Demokrat: Kalau Buwas Mau Jadi DKI-1 Kan Bagus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso saat menguji laboratorium sabu yang akan dimusnahkan di gedung BNN, Jakarta, 4 Agustus 2016. TEMPO/Inge

    Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso saat menguji laboratorium sabu yang akan dimusnahkan di gedung BNN, Jakarta, 4 Agustus 2016. TEMPO/Inge

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan memuji Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso alias Buwas. Menurut dia, Buwas adalah sosok yang bagus dan tegas saat memimpin BNN. "Kalau seandainya dia bersedia jadi DKI-1 kan bagus," katanya saat berkunjung ke gedung KPK, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Beberapa hari yang lalu Hinca sempat menyambangi BNN saat ada konferensi pers penangkapan 15 kilogram sabu. Ia mengatakan sejak awal partainya memang konsen dalam urusan narkoba. Sehingga, ia mengapresiasi dan mendukung BNN dalam pemberantasan narkoba. "Begitu saya tahu (rilis narkoba), langsung saya jalan ke sana dan saya lihat bersama teman-teman," katanya.

    Hinca menuturkan saat ini partainya belum menentukan calon gubernur DKI yang diusung. "Demokrat masih menyiapkan, masih ada waktu," ucap dia. Hinca mengatakan partainya saat ini juga melakukan komunikasi politik dengan partai lainnya. Sebab, Demokrat hanya memiliki sepuluh kursi di DPRD. Sedangkan untuk mengusung calon dalam pilkada DKI 2017 perlu 22 kursi.

    Saat ini ada delapan nama yang mendaftar ke Demokrat untuk maju dalam bursa calon gubernur DKI. Hinca mengatakan akan mencocok-cocokkan nama itu dengan partai yang bersedia diajak berkoalisi. "Kami punya delapan nama, kira-kira nyambung enggak nih. Nanti kita cocok-cocokkan toh, kalau enggak cocok juga kan enggak bisa sendiri," katanya.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.