Wapres Meminta Laporan Freddy Budiman kepada Haris Diteliti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar. TEMPO/Dasril Roszandi

    Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta informasi yang dilaporkan terpidana mati kasus narkotik Freddy Budiman diteliti. Di sisi lain, ia pun mengapresiasi langkah pemeriksaan terhadap Haris. 

    Pasalnya, dilaporkannya Haris ke kepolisian akan menjadi kesempatan bagi aparat menggali lagi informasi yang sudah ada. "Bagus, di situlah Haris dapat menjelaskan secara detail pembuktiannya," kata Kalla di kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Baca:
    Curhat Freddy Budiman, Aparat Dinilai Berlebihan terhadap Haris Azhar
    BNN Bisa Tahu Siapa Pejabat yang Bantu Freddy Budiman  
    BNN Laporkan Haris Azhar Soal Pengakuan Freddy Budiman

    Wapres berharap, dengan dilaporkannya Haris, informasi menjadi lebih terang benderang. Ia pun meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan Haris bila terbukti. 

    Seperti diberitakan, tulisan Haris mengenai pengakuan Freddy Budiman tersebar luas sebelum pelaksanaan eksekusi mati pekan lalu. Dalam tulisannya, koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu mengaku pernah bertemu dengan Freddy di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah, pada 2014. 

    Saat itu, Freddy bercerita kepada Haris bahwa selama ini dia dibantu petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea-Cukai untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Bukan hanya itu, Freddy juga menyatakan telah menyetor uang miliaran rupiah kepada pejabat BNN dan Mabes Polri.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.