Ditanya 'Apa Termasuk Teman Ahok?', Ini Jawaban Kapolri Tito  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berfoto bersama mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Moechgiyarto dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Balai pertemuan, Polda Metro Jaya, Jakarta, 21 Maret 2016. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berfoto bersama mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Moechgiyarto dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Balai pertemuan, Polda Metro Jaya, Jakarta, 21 Maret 2016. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menjawab dengan santai saat ditanya apakah dirinya termasuk “Teman Ahok”. Pertanyaan itu dilontarkan salah satu Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi, Lieus Sungkarisma, saat diskusi di gedung Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Agustus 2016.

    "Ada yang sebut Pak Tito adalah Teman Ahok," kata Lieus. Ia yakin bahwa Tito menjadi Kapolri bukan karena kedekatannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melainkan karena profesionalisme Tito. "Saya yakin Bapak menjadi kapolri karena profesionalisme Bapak."

    Teman Ahok adalah komunitas pendukung Ahok. Semula, perkumpulan ini dibentuk untuk menggalang dukungan dengan mengumpulkan kartu tanda penduduk agar Ahok bisa maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen. Namun akhirnya Ahok memutuskan untuk maju melalui jalur partai setelah mendapat dukungan dari NasDem, Hanura, dan Golkar.

    Tito menanggapi pertanyaan Lieus itu dengan santai. "Tito Teman Ahok? Saya ini kan dulu Kapolda (Metro Jaya), saya harus dekat dengan gubernur, dengan pangdam (Panglima Komando Daerah Militer Jaya), dengan tokoh masyarakat," ucap dia.

    Menurut dia, tugas pokok dan fungsi dari gubernur dan kapolda tak boleh bentrok. Begitu pula dengan program atau kegiatan mereka, ia menambahkan, harus sejalan. Ia pun harus menjaga hubungan baik dengan Ahok karena tergabung dalam musyawarah pimpinan daerah (muspida). "Jadi, hubungan saya dengan Pak Ahok sebatas hubungan muspida yang harus ramah," ujarnya. Relokasi kawasan hiburan malam Kalijodo di Penjaringan, Jakarta Utara, kata Tito, itu contoh hasil perundingan mereka.

    Dalam diskusi itu, Tito hadir sebagai pembicara bersama tokoh agama. Sejumlah organisasi keagamaan turut hadir dalam acara tersebut.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.