Menteri Susi: Presiden Akan Putuskan Nasib Reklamasi Pulau G  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta 17 pulau rencana reklamasi Teluk Jakarta.

    Peta 17 pulau rencana reklamasi Teluk Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pihaknya sudah menyerahkan rekomendasi kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan soal permasalahan reklamasi di Pulau G. Baginya yang penting adalah kepentingan nelayan tak terganggu.

    "Keputusan akan dikeluarkan oleh Menko Maritim dan Presiden Joko Widodo," kata Susi Pudjiastuti saat ditemui dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Agustus 2016.

    Susi melanjutkan, yang terpenting baginya adalah apa yang dilakukan di Pulau G harus sesuai dengan aturan. Selain itu, tak merusak lingkungan serta tak mengganggu kepentingan nelayan di Teluk Jakarta.

    Ketika ditanyakan kapan dirinya dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya akan meninjau Pulau G, Susi hanya menjawab dia belum mengetahuinya. Susi menuturkan dalam waktu dekat ia akan mengambil cuti. "Saya ini mau cuti," ujar Susi.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan meninjau kembali status pembatalan proyek reklamasi Pulau G. Ia mengaku pihaknya sedang melakukan kajian terhadap status pulau buatan itu.

    Hal ini bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh menteri pendahulunya, yaitu Rizal Ramli. Saat masih menjabat sebagai Menko Maritim, Rizal Ramli mengatakan pembangunan di Pulau G dibatalkan karena mengganggu lingkungan. Bahkan Rizal Ramli akhirnya berseteru di media dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena masalah ini.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.