Tak Mau Cuti Kampanye di Pilkada, Ahok Ingin Buktikan Netral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri Halal Bi Halal Relawan dan Pendukung di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, 27 Juli 2016. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri Halal Bi Halal Relawan dan Pendukung di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, 27 Juli 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan akan membuktikan diri tetap menjaga netralitasnya saat memutuskan tidak mengambil hak cuti kampanye bagi calon gubernur petahana selama empat bulan menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017.

    Menurut Ahok, selama ini aturan wajib cuti diputuskan lantaran adanya kekhawatiran calon petahana akan memanfaatkan fasilitas negara untuk berkampanye. Namun Ahok berdalih dia tidak akan memanfaatkan fasilitas negara meskipun tidak mengambil hak cutinya tersebut.

    Ahok menuturkan, jika sudah mempunyai niat tersebut, ia sudah sejak dulu memanfaatkan program yang sedang berjalan di DKI Jakarta. "Misalnya, saya beri bantuan ke yayasan-yayasan, enggak? Enggak. Saya manfaatin RT/RW, enggak? Kalau saya enggak netral, RT/RW enggak usah lapor Qlue, saya sudah kasih gaji semua, enggak usah dimusuhin," kata Ahok di Balai Kota, Kamis, 4 Agustus 2016.

    BacaDidorong Jadi Calon Gubernur DKI, Buwas: Ditugaskan Apa Saja Siap

    Ahok mengatakan dia justru banyak memotong anggaran yang berupa sumbangan ke beberapa yayasan. Anggaran tersebut sudah dipotong sejak ia menjabat Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak bisa dikatakan sebagai bentuk untuk menarik simpati warga Jakarta lantaran itu sudah diprogramkan sejak Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

    "Kalau KJP itu dari zaman Pak Jokowi sudah ada. Bahkan di zaman saya tidak boleh tarik tunai. Begitu tarik tunai, saya copot KJP-nya. Kalau saya manfaatin jabatan saya, orang-orang ini seharusnya saya apain? Kasih triliunan. Ini enggak, malah gue potong," tuturnya.

    Ahok menuding banyak pihak yang menginginkan dia mengambil cuti sehingga program di DKI Jakarta banyak yang terbengkalai pada sisa kepemimpinannya. Ia menilai banyak yang ingin mengalahkannya tanpa mau menciptakan program yang lebih baik daripada dia. "Kamu harus jual program lebih baik. Kalau ini, kan, enggak. Malah (lawan politik) yang penting jangan Ahok. Bilang lagi kambing dibedakin pasti menang," ucapnya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.