Didik PDIP: Permintaan Maaf Risma Itu Biasa di Bulan Syawal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Surabaya Didik Prasetiyono ikut menanggapi pernyataan permintaan maaf yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sempat heboh di media sosial. Pernyataan Risma itu disampaikan saat meresmikan Kampung KB di RW XII Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya, Kamis, 4 Agustus 2016.

    Baca: Tak Sempat Halalbihalal, Risma Minta Maaf ke Warga

    Didik menjelaskan, permintaan maaf Wali Kota Risma itu merupakan hal biasa yang disampaikan Risma setiap acara pada bulan Syawal, mengingat momennya masih dalam konteks perayaan Lebaran. “Jadi itu biasa dan wajar disampaikan dalam berbagai kesempatan pada bulan Syawal,” tuturnya.

    Ihwal wacana yang berkembang di tengah masyarakat tentang pencalonan Wali Kota Risma sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, Didik mengatakan hal itu bukan wewenang DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ataupun kehendak Risma sendiri. Menurut dia, keputusan itu merupakan hak prerogatif Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Bahkan hingga saat ini belum ada perintah apa pun dari Dewan PP PDI Perjuangan kepada Ibu Risma terkait dengan Pilkada DKI Jakarta,” ujarnya.

    Sebelumnya, dalam beberapa media online, permohonan maaf itu dipersepsikan sebagai permohonan maaf Risma untuk mengikuti Pilkada DKI Jakarta. Padahal, menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser, permohonan maaf Risma tersebut dalam rangka berakhirnya bulan Syawal atau dalam konteks Lebaran. “Jadi tidak ada kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta, mohon jangan dikait-kaitkan,” kata Fikser.

    Adapun pidato lengkap Risma yang banyak dipersepsikan dengan permohonan maaf untuk menuju Pilkada DKI Jakarta adalah, “Ini hari terakhir-terakhir, sudah habis juga (Syawal-nya), saya mohon maaf, saya atas nama pribadi dan keluarga serta mungkin staf aparat Pemerintah Kota Surabaya, dari staf kelurahan, lurah, camat, staf kecamatan, sampai kepala dinas, kalau ada kesalahan, baik disengaja maupun tidak, saya mohon dimaafkan. Terima kasih. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,” ujar Risma dalam sambutannya di Kampung KB, Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.