Dedi Mulyadi Semprot Kader Golkar yang Tak Peduli dengan Warga Miskin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi marah besar setelah mendapati pemulung telantar di halaman belakang kantor Golkar Jabar yang terletak di Jalan Maskumambang, Bandung.

    Dalam rilis dari Humas DPD Partai Golkar Jawa Barat yang diterima Tempo, Kamis, 4 Agustus 2016, Dedi menilai, para anggota DPRD Jawa Barat tidak peka dan tidak berempati terhadap kondisi sosial di sekelilingnya.

    "Tiap hari berkantor di DPD Golkar, tapi tak mengetahui ada Mak Nanda Saadah, orang miskin yang sangat memerlukan bantuan," ujar Dedi, yang juga Bupati Purwakarta, ini.

    Menurut Dedi, tak patut bila di sebuah gedung tempat para wakil rakyat Partai Golkar berkantor, ada Mak Saadah yang hidup di gubuk dipenuhi rongsokan. "Malu saya. Orang-orang politik Golkar Jabar dan Kota Bandung sering bicara rakyat, tapi di depan mata sendiri ada orang tinggal di gubuk reyot," ucap Dedi.

    Mak Saadah,, 63 tahun, kepada Dedi, mengungkapkan telah menempati rumah gubuk reyot yang berdiri di antara halaman gedung kantor Partai Golkar Jawa Barat dan Golkar Kota Bandung, itu sejak 1969.

    Mak Saadah berasal dari Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebelum jadi pemulung, dia pernah bekerja sebagai pegawai harian lepas di perusahaan perkebunan swasta. "Emak sengaja mengadu nasib ke kota supaya bisa hidup lebih baik. Namun nasib emak memang mengharuskan begini (jadi pemulung)," tuturnya.

    Lalu, Dedi membujuk Mak Saadah pindah dari rumah gubuk ke rumah kontrakan supaya bisa hidup lebih layak. Saadah pun menyerah dan menuruti permintaan Dedi. "Terima kasih, Pak Dedi," katanya.

    Ade Barkah, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, yang kena damprat Dedi, mengaku siap membantu Mak Saadah. "Kami siap patungan buat mendanai kepindahan Mak Saadah ke rumah kontrakan," ujarnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.