Ini Keunggulan Risma yang Tidak Dimiliki Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan beberapa keunggulan yang dimiliki Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang tidak ada pada sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    "Yang tidak dimiliki Ahok bagaimana Risma turun ke masyarakat dan menjadi bagian dari sebuah keluarga, itu terasa sekali," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 4 Agustus 2016.

    Pria yang akrab disapa Ipang ini menilai bahwa sosok Risma tidak ragu-ragu, tidak takut, dan bisa menyatu dengan masyarakat. Sedangkan Ahok, menurut dia, memiliki ketakutan dan hampir tidak pernah turun menemui masyarakat.

    Ipang melihat cara kerja Risma lebih memanusiakan Kota Surabaya. Kader PDI Perjuangan itu juga mau menemui rakyat yang protes terhadap penggusuran. Misalnya ketika penggusuran kawasan Dolly, Ipang melihat Risma bisa menghadapinya dengan mengajak bicara dari hati ke hati. "Ahok menggusur saja tanpa bisa bermusyawarah, ada jarak," ujarnya. "Rakyat harus mencintai pemimpin dan sebaliknya."

    Kendati begitu, Ipang mengatakan setiap orang tidak bisa menutup mata terhadap prestasi Ahok. Pasalnya, Ahok juga bisa diandalkan dalam membersihkan kawasan kumuh, membereskan pungutan liar, mampu menjalankan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan dengan baik, dan juga mampu mengelola taman-taman di Jakarta.

    Hanya, ia melanjutkan, Ahok memiliki konflik berkepanjangan dengan partai-partai dan memiliki etika memimpin yang tidak sesuai dengan adat Indonesia, seperti memarahi orang di depan publik. "Soeharto apa yang tidak tegas? Lebih kejam, tapi ketika ngomong, enggak kejam di depan publik," ucapnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.