3 Partai yang 'Ngebet' Dorong Risma Tantang Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab santai ketika ditanyakan bakal ikutnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2017. "Saya kira bagus. Makanya saya katakan Jakarta itu Ibu Kota, ini gambaran nasional. Bagus (Risma) nyalon, jadi orang Jakarta punya pilihan banyak," katanya di Gedung Kesenian Jakarta, Ahad malam, 31 Juli 2016.

    Tak dimungkiri Risma, panggilan Tri Rismaharini, menjadi salah satu calon terkuat yang bakal menyainginya. Hasil Survei Opinion Leader oleh Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia belum membuat posisi Ahok aman. Tingkat kapabilitas Ahok hanya lebih tinggi 0,10 persen ketimbang Risma. Tingkat kapabilitas Ahok sebesar 7,87 persen, sedangkan, Risma 7,77 persen. "Bedanya tipis," kata Kepala LPPI Hamdi Muluk.

    BACA: Ahok Tak Sangsikan Kemampuan Sandiaga Uno Jadi Gubernur

    Dalam survei yang dirilis pada Senin, 1 Agustus itu, menurut Hamdi, angka tipis tersebut dengan catatan Risma belum turun langsung ke Jakarta. Namun, ada sejumlah faktor lain yang berpotensi membuat Ahok ketar ketir di antaranya dukungan sejumlah partai politik yang mulai berani melakukan lobi-lobi. Berikut ini partai-partai yang 'naksir' Risma untuk didorong menantang Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI 2017:

    1. PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

    Salah satu partai yang sudah mulai mendekati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pengusung Risma adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini terkenal dengan basis massa yang jelas dan solid. Sebelumnya, PKS menyatakan keinginannya menyandingkan Sandiaga Uno dan Risma dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Sandiaga adalah calon yang diusung Partai Gerindra.

    BACA: Diajak PKS Usung Risma-Sandiaga Uno, Ini Jawaban PDIP

    Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan PKS, Al Muzzammil Yusuf, menyatakan partainya terus berkomunikasi dengan PDIP. "Kami menunggu sinyal dari PDIP untuk Risma," kata Muzzamil. Apapun posisi Sandiaga Uno pun tidak dipermasalahkan PKS. “Kami tengah mencari tokoh terbaik untuk dipasangkan dengan Sandiaga, baik sebagai cagub maupun cawagub,” kata Muzzammil.



    2. PARTAI GERINDRA

    Partai lain yang mengisyaratkan bakal mengusung Risma adalah Gerindra. Bekas partai pengusung Ahok ini seratus persen bakal menggerakkan mesin partainya melawan Ahok. Bahkan, ajakan Gerindra untuk bergabung dengan Sandiaga Uno sudah diamini PDIP. Partai moncong putih itu membuka pintu bergabung dengan Gerindra. "Kemungkinan koalisi sangat terbuka,” ucap Wakil Ketua Badan PDIP Gembong Warsono.

    BACA: Pilkada DKI 2017, PKB Berharap PDIP dan Gerindra Berkoalisi

    Gelagat kedua partai tersebut untuk beraliansi menghadang Ahok kian menguat setelah Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menghadiri Rencana Kerja Daerah Partai Gerindra di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat. Kepada wartawan, Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, PDIP terus menjalin komunikasi dengan partai lain, termasuk Gerindra, menjelang pemilihan Gubernur DKI pada Februari mendatang.



    3. PARTAI AMANAT NASIONAL

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyatakan partainya sedang menjajaki koalisi dengan partai-partai lalu mencari figur yang bisa menjadi lawan seimbang Gubernur Ahok. "Kalau Ibu Risma mau, itu bagus," kata Zulkifli, yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, di Makassar, Rabu, 3 Agustus 2017.

    BACA: Cari Lawan Ahok, Ketum PAN: Kalau Risma Mau, Itu Bagus!

    Zulkifli pun menerangkan bahwa partainya belum melakukan pembicaraan dengan Tri Rismaharini, yang kini Wali Kota Surabaya. Di sisi lain, PAN belum berniat berkomunikasi dengan Partai Gerindra untuk mengusung calonnya, yakni pengusaha Sandiaga Uno. "Yang penting masyarakat Jakarta bisa punya pilihan-pilihan kandidat nantinya."

    EVAN | PDAT | SUMBER DIOLAH TEMPO

    BACA JUGA
    Pemberontak Suriah Bergembira di Atas Mayat Tentara Rusia
    Haris Azhar Jadi Tersangka? KontraS Bantah Lewat Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.