Ahok Uji Materi Cuti Kampanye, KPU Akan Berkonsultasi dengan DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di kantor KPU, Jakarta, 12 Juli 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di kantor KPU, Jakarta, 12 Juli 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, mengatakan perlu ada konsultasi lebih lanjut antara Komisi Pemilihan Umum dan DPR terkait dengan aturan cuti bagi inkumben pada masa kampanye pemilihan kepala daerah. "Subyek tersebut harus dikonsultasikan lagi," kata Hadar Nafis di kantor KPU, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Menurut Hadar, dalam rancangan Peraturan KPU Nomor  7 Tahun 2015 tentang kampanye, aturan cuti masih tetap ada, tapi tidak berlaku sepanjang masa kampanye. Inkumben hanya dapat cuti pada jadwal kampanye sesuai dengan kebutuhan yang dijadwalkan tim calon dan KPU. 

    Sedangkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyatakan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota yang mencalonkan diri kembali di daerah yang sama, selama masa kampanye, harus cuti di luar tanggungan negara, serta dilarang menggunakan fasilitas yang berkaitan dengan jabatannya.

    Ketentuan cuti kampanye ini digugat Ahok. Gubernur DKI Jakarta tersebut mengajukan uji materi atas pasal itu ke Mahkamah Konstitusi. Ahok keberatan karena masa kampanye bersamaan dengan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2017.

    Hadar mengatakan konsultasi dengan DPR diperlukan guna mengklarifikasi apakah cuti dalam undang-undang itu berlaku penuh selama masa kampanye. Masa kampanye berlangsung 3 hari setelah penetapan calon hingga 3 hari sebelum pemungutan suara. Untuk DKI, masa kampanye jatuh pada 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. 

    "Mungkin dia (Ahok) melihat kesulitan kalau harus meninggalkan pekerjaan selama masa kampanye," tutur Hadar.

    FAUZY DZULFIQAR | PRU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.