Setop Anarkisme, Budayakan Musyawarah Mufakat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tidak boleh memaksakan kehendak dan main hakim sendiri, apalagi sampai berbuat anarki.

    Tidak boleh memaksakan kehendak dan main hakim sendiri, apalagi sampai berbuat anarki.

    INFO MPR - “Karena sesungguhnya, membakar tempat ibadah itu adalah kejahatan. Merusak dan menyerang kantor Polres serta gedung gubernur adalah tindak kriminal. Untuk itu, aksi-aksi kejahatan seperti itu sudah harus dihentikan dan tidak boleh terjadi lagi di Indonesia. Cukup kejadian itu terjadi terakhir kali di Sumatera Utara saja, tidak boleh merembet ke daerah lain,” ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

    Pernyataan itu disampaikan Zulkifli dalam sosialisasi empat pilar di kalangan masyarakat Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Maedani, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu, 2 Agustus 2016. Lebih dari 1.000 peserta mengikuti acara tersebut. Mulai siswa SMA, guru dan kepala sekolah, hingga pejabat daerah di lingkungan Kota Baubau.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak semua lapisan masyarakat untuk mendahulukan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan. Dia menegaskan, tidak boleh memaksakan kehendak dan main hakim sendiri, apalagi sampai berbuat anarki. “Musyawarah mufakat harus ditempuh. Sebab, cara itu paling sesuai dengan kepribadian Indonesia. Meski demikian, dalam pelaksanaan musyawarah tidak harus selalu mencapai mufakat. Bisa saja ada perbedaan,” ujarnya.

    Untuk itu, Ketua MPR mengajak seluruh masyarakat segera kembali pada Pancasila. Dimulai dari para pemimpin, pejabat, para guru, orang tua, hingga anak-anak. Intinya, Pancasila tidak boleh lagi jauh dari masyarakat agar cita-cita berdirinya Indonesia bisa segera diwujudkan. “Kita sudah melupakan nilai-nilai Pancasila sehingga di mana-mana terjadi banyak kerusuhan. Kita melupakan Pancasila sehingga muncul pertikaian,” katanya.

    Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Baubau Drs H A.S. Thamrin M.H., Bupati Baubau Abdul Syamsul Umar Samiun S.H., serta Kapolres Baubau Ajun Komisaris Besar Suryo Aji. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.