Upaya Haris Azhar Adukan Curhatan Freddy Budiman ke Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haris Azhar membenarkan cerita pertemuannya dengan Freddy Budiman saat pertengahan 2014 di Kontras, Jumat 29 Juli 2016. Haris menjelaskan cerita Freddy terkait pejabat dan penegak hukum yang bekerja sama dengannya mengedarkan narkoba. TEMPO/Auzi Amazia

    Haris Azhar membenarkan cerita pertemuannya dengan Freddy Budiman saat pertengahan 2014 di Kontras, Jumat 29 Juli 2016. Haris menjelaskan cerita Freddy terkait pejabat dan penegak hukum yang bekerja sama dengannya mengedarkan narkoba. TEMPO/Auzi Amazia

    TEMPO.CO, Jakarta - Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengatakan dua pejabat negara telah mengetahui kesaksian Freddy Budiman sebelum Freddy dieksekusi pada Jumat, 29 Juli 2016 lalu.

    Kedua orang itu adalah Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Komunikasi, Johan Budi, dan Kepala Humas BNN, Slamet Pribadi.  “Kesaksian Freddy pernah saya sampaikan ke Johan Budi, saya juga bingung kenapa dia tidak bicara,” ujar Haris di Kantor KontraS, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Haris mengaku, meski dirinya mendengar kesaksian Freddy Budiman tersebut tahun 2014, namun ia baru menyampaikan cerita ini ke Johan, Senin, 25 Agustus 2016 melalui sambungan telepon. “Saya nunggu Senin karena menunggu kepastian eksekusi tahap tiga kapan dilaksanakan dan Freddy Budiman namanya masuk,” ungkapnya.

    Buka:
    Ketua DPR: Haris Azhar Jangan Takut Dilaporkan ke Polisi
    Tito: TNI dan BNN Laporkan Haris Azhar ke Polri   
    Haris Azhar Jadi Tersangka? KontraS Bantah Lewat Twitter  

    Haris merasa Johan orang yang tepat untuk diberitahukan informasi itu sebelumnya. “Saya yakin Johan orang yang tepat karena cuma Presiden yang bisa hentikan hukuman mati tersebut,” ujarnya.

    Haris mengklaim dirinya tidak menerima respons dari Johan sampai Kamis, 28 Juli 2016. Ia lalu mengirimkan tulisan yang hendak dia sebarkan di media sosial tersebut via Whatsapp ke Johan. “Dalam hitungan menit, dia kemudian telepon saya,” ujarnya.

    Pada percakapan tersebut, Johan mengaku telah menanyakan Jaksa Agung untuk menyampaikan informasi tersebut ke Presiden Joko Widodo. “Tapi dia (Johan) tidak melihat ada obrolan antara Jaksa Agung dan Presiden pada Kamis malam, padahal mereka hadir dalam acara yang sama,” kata Haris.

    Lalu Haris bercerita dirinya memutuskan untuk menyebarkan tulisan itu ke sosial media, “Kira-kira 3-4 jam sebelum eksekusi dilaksanakan karena saya rasa waktunya sudah mepet,” ujar Haris.

    Satu jam setelah tulisan tersebut disebar, Haris menerima telepon dari Kepala Humas BNN, Slamet Pribadi. Menurut Haris, Slamet menanyakan kebenaran tulisan tersebut. “Jadi sebenarnya dua pejabat itu sudah tau,” kata dia.

    IQRA ARDINI | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.