Ingin Didukung PDIP, Ahok Harus Lewat Prosedur Penjaringan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melihat denah areal Taman Pandang Istana sebelum peresmian di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 30 Juli 2016. Taman Pandang Istana berada di depan Istana Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melihat denah areal Taman Pandang Istana sebelum peresmian di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 30 Juli 2016. Taman Pandang Istana berada di depan Istana Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Gembong Warsono mengatakan setiap calon Gubernur DKI Jakarta yang ingin mendapat dukungan dari partainya harus melalui prosedur penjaringan. Kewenangan keputusan tersebut dibuat Dewan Pengurus Pusat PDIP.

    Apabila Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin didukung PDIP, menurut Gembong, ia tetap harus melalui prosedur itu. "Itu prosedur baku partai. Kalau calon petahana ingin diusung PDIP, harus ikut mekanisme di PDIP," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016. Ia menyatakan keputusan terkait dengan pemilihan gubernur berada di DPP PDIP.

    Sebelumnya, Ahok menyatakan tidak akan mendaftar melalui penjaringan calon di partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri tersebut. Apabila Ahok tidak mau melalui prosedur itu, PDIP belum tentu memberikan dukungan. "Aturannya seperti itu," ujarnya.

    PDIP saat ini sedang membangun komunikasi dengan beberapa partai untuk membahas pemilihan gubernur. Menurut dia, perlu kerja sama dan kolektivitas untuk menghadapi pilkada. "Meski bisa mencalonkan sendiri, PDIP tidak jumawa," tuturnya.

    Nama Ahok tidak masuk daftar yang ada dalam penjaringan PDIP. Namun peluang Ahok masih terbuka jika dia mendaftarkan diri melalui DPP jika ingin diusung PDIP. 

    Saat ditanya soal pendaftaran ke DPP PDIP, Selasa kemarin, Ahok menjawab, "Kalau mau usung, kan, sudah cukup tiga partai. (Mereka) sudah cukup kalau mau usung."

    Ahok sudah mengumumkan maju dalam pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur partai. Tiga partai—Golkar, Hanura, dan NasDem—sudah menyatakan dukungannya. Dengan tiga partai itu, dia sudah bisa maju sebagai calon Gubernur DKI.

    ARKHELAUS W | LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.