Pemerintah Diminta Kelola Energi Geotermal di 2 Gunung Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Geo Dipa Energi di Dieng terlihat dari atas, Rabu (1/2). TEMPO/Aris Andrianto

    Pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Geo Dipa Energi di Dieng terlihat dari atas, Rabu (1/2). TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.COBojonegoro - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Agus Supriyanto, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meminta pemerintah pusat mengelola energi geotermal atau panas bumi di Gunung Puru dan Gunung Pandan.

    Agus menjelaskan, keterlibatan pemerintah pusat diperlukan karena lokasi Gunung Puru dan Gunung Gunung Pandan berada di tiga wilayah kabupaten. Selain Kabupaten Bojonegoro, juga di Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun. “Sebaiknya pemerintah pusat yang ambil alih,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Agus menjelaskan, potensi geotermal di dua lokasi—sekitar 50 kilometer arah selatan Kota Bojonegoro—itu bisa diandalkan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB). Itu sebabnya pemerintah Bojonegoro secepatnya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Madiun.

    Tiga pemerintah kabupaten itu, kata Agus, perlu melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, secara bersama-sama akan digagas pengajuan permohonan kepada pemerintah pusat, tepatnya Kementerian ESDM, berkaitan dengan pembangunan PLTPB.

    Agus menjelaskan, potensi geotermal yang ditandai adanya semburan lumpur disertai bau belerang, antara lain ditemukan di wilayah Desa Kerondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Minggu, 24 Juli 2016. Sebelumnya, Kamis, 14 April 2015, potensi geotermal ini juga ditemukan di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro. Lokasi temuan berada di kawasan Gunung Puru, bagian dari pegunungan Pandan.

    Sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro telah mengambil sampel lumpur dari Desa Kerondonan pada Selasa sore, 26 Juli 2016. Saat itu juga dilakukan pengukuran udara.

    Kepala Bidang Pengkajian dan Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro Hary Susanto mengatakan, dari hasil pengukuran udara itu, didapat kandungan nitrogen dioksida (N02) sebanyak 0,4-0,7 ppm dan karbon dioksida (C02) 20,9 ppm. Pengukuran udara dilakukan pada Selasa, 26 Juli.

    Adapun sampel lumpur dibawa ke Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur di Surabaya guna diteliti lebih lanjut.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.