2017, Menteri Amran Targetkan Kalimantan Swasembada Beras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman meninjau lokasi pasar murah  importir daging PT Indoguna Utama di Polsek duren sawit, Jakarta, 17 Juni 2016. Daging tersebut merupakan daging impor beku asal Australia berjenis 95 CL. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman meninjau lokasi pasar murah importir daging PT Indoguna Utama di Polsek duren sawit, Jakarta, 17 Juni 2016. Daging tersebut merupakan daging impor beku asal Australia berjenis 95 CL. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.COBanjarmasin - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan Pulau Kalimantan swasembada beras pada 2017. Lahan pertanian di Kalimantan, kata Amran, berpotensi memproduksi beras jauh lebih banyak karena disokong luasan lahan tanam. Namun Amran membenarkan bahwa petani belum memaksimalkan luasan tanam yang besar.

    “Kami perbaiki ke depan. Kami upayakan Pulau Kalimantan swasembada beras tahun depan,” ujar Menteri Amran setelah memimpin rapat koordinasi pangan di Markas Korem 101 Antasari, Rabu, 3 Agustus 2016. 

    Menurut Amran, Kalimantan Selatan sejatinya berstatus swasembada beras. Di lain pihak, sebagian beras yang diproduksi justru untuk menyuplai kebutuhan ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sebab, Kalimantan Timur defisit 112 ribu ton beras per tahun. Itu sebabnya, kata Amran, Kalimantan Selatan mesti mendatangkan beras untuk masyarakat sejahtera (rastra) dari Sulawesi Selatan demi menutupi kebutuhan. 

    “Ini dua-duanya biaya angkut ditanggung pemerintah dan masyarakat, itu membuat inflasi. Saya minta, tahun depan, enggak ngambil beras lagi dari Sulsel,” kata Amran. Amran menganggap manajemen tata niaga beras semacam ini sangat keliru. 

    Selain itu, Amran berjanji melipatgandakan masa tanam padi se-Kalimantan di tengah luasan tanam yang besar. Amran mencontohkan, sebagian petani padi di Kalimantan Selatan masih gemar panen sekali dalam setahun. Padahal, Amran berujar, ada peluang panen dua kali dalam setahun lewat penanaman benih unggul. 

    “Dua-tiga bulan ke depan, kami berfokus di Pulau Kalimantan. Kami ingin ada kenaikan 1 juta ton setahun di Kalimantan, insya Allah kami yakin,” tutur Amran. Keyakinan Amran berdasarkan pada sukses sebelumnya yang bisa mendongkrak produksi 1 juta ton beras di Sumatera Selatan. 

    Amran bakal menggeber indeks tanam, yang biasanya sekali menjadi dua kali tanam setahun. Apabila rencana ini dieksekusi, Amran meyakini bisa menekan harga beras, angka inflasi rendah, dan menyetop pembelian beras dari luar provinsi. Kalimantan Timur, kata dia, memang defisit 112 ribu ton per tahun. “Makanya Kalimantan harus swasembada beras. Kami siapkan bibit unggul.” 

    Selain menambah produktivitas, Amran terus menggencarkan mekanisasi pertanian dan perbaikan infrastruktur pengairan. “Jawa sudah panen tiga kali setahun, Sulawesi Selatan panen tiga kali setahun. Pembukaan lahan pertanian baru terus dilakukan,” ucap Amran. 

    DIANANTA P. SUMEDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.