Perbaikan Landasan Pacu, Operasional Bandara Juanda Dibatasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan penumpang antri melakukan borrding pass di terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional Juanda, Surabaya (03/8).  TEMPO/Fully Syafi

    Ratusan penumpang antri melakukan borrding pass di terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional Juanda, Surabaya (03/8). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, memberlakukan pembatasan waktu operasional bandara dari 18 Juli 2016 hingga 16 Desember 2019. Waktu operasi bandara itu dibatasi lantaran pengerasan dan perbaikan landasan pacu (overlay).

    "Perbaikan dilakukan pada pukul 24.00 hingga pukul 05.00,” kata General Manager Bandara Juanda Yuwono di kantornya, Selasa, 2 Agustus 2016. Otoritas bandara menerbitkan notice to airman (notam) sehubungan dengan pembatasan jam operasional itu.

    Menurut Yuwono, pembatasan waktu itu berdampak terhadap maskapai dengan jadwal penerbangan di atas pukul 24.00, sehingga perlu penyesuaian jadwal. "Kecuali untuk penerbangan haji dan kepentingan medis, Bandara Juanda hanya dapat melayani penerbangan sampai dengan pukul 24.00."

    Overlay perlu dilakukan karena tingginya frekuensi lalu lintas udara, bertambah besar dan berat pesawat udara, serta rancangan sistem struktur pengerasan sisi udara yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Tingginya pergerakan penerbangan yang tidak diikuti dengan perbaikan kapasitas struktural landasan akan memperpendek umur landasan.

    Karena itu sejak 2013, Bandara Juanda sering mengadakan perbaikan landasan untuk menjaga kualitas pelayanannya. Dengan rata-rata pertumbuhan dalam lima tahun terakhir sebesar 7,6 persen per tahun, mengakibatkan adanya pengulangan beban lalu lintas yang tinggi oleh pesawat dan menyebabkan sistem perkerasan menjadi lelah atau fatigue.

    Bandara Juanda tercatat melayani penerbangan pesawat berbadan besar (Airbus 330, B747, B777) yang memiliki Aircraft Classification Number yang lebih berat dari Pavement Classification Number landasan. Hal itu dapat mengakibatkan kerusakan dini pada pengerasan landasan, yaitu terjadinya retak pengerasan atau deformasi landasan.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.