Jusuf Kalla Bantah Serbuan Tenaga Kerja Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini tidak ada serbuan tenaga kerja asal Cina ke Indonesia. Sebab, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia ada aturannya.

    "Tenaga kerja dari luar itu ada aturannya, yang boleh yang punya skill saja yang kita tidak punyai, atau yang punya investasi," kata Kalla, Selasa, 2 Agustus 2016, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

    Selain ketentuan di atas, kata Kalla, tidak ada tenaga kerja bebas yang masuk ke Indonesia. "Hanya yang punya investasi atau skill khusus," ujar Kalla.

    Adapun kalangan buruh meminta pemerintah serius menyikapi banjir tenaga kerja asal Cina. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Mira Sumirat mengatakan masuknya tenaga kerja Cina bisa membahayakan tenaga kerja dalam negeri. “Masuknya pekerja asing dari Cina ini masalah dan ancaman bagi kita semua,” tutur Mira dalam seminar bertema “Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok” di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa.

    Ia mengacu pada fakta semakin banyaknya tenaga kerja pribumi yang menganggur atau terkena pemutusan hubungan kerja di tengah masuknya tenaga kerja Cina. Karena itu, dia mendesak pemerintah serius menyikapi banjir tenaga kerja Cina. Masuknya tenaga kerja asing yang dinilai pemerintah sebagai investasi ini dapat berubah menjadi invasi asing.

    Mira mengatakan seharusnya tujuan investasi tenaga kerja asing bertujuan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Namun, dia menambahkan, data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya kenaikan angka pengangguran dari sekitar 6,17 persen menjadi 6,73 persen. Adapun jumlah kemiskinan pada 2016 naik 869 ribu.

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal turut mengecam banjir tenaga kerja Cina. Ia melihat adanya kesenjangan dalam bentuk upah kerja. “Kami bukannya anti-investasi tenaga asing atau Cina, tapi kedua pihak harus dapat keuntungan yang sama, jangan pinggirkan kaum buruh,” ucap Said.

    AMIRULLAH | IQRA ARDINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.