Survei UI: Soal Kapabilitas, Risma Kalah Tipis dari Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.COJakarta - Lembaga Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) merilis kandidat terbaik untuk memimpin DKI Jakarta pada 2017. Dalam rilis tersebut, berdasarkan penilaian kapabilitas, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hanya unggul tipis dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    Ketua LPP UI Hamdi Muluk mengatakan Ahok mendapatkan poin 7,87, sedangkan Risma 7,77 poin. Adapun Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendapat 7,74 poin. “Ahok unggul, meski beda-beda tipis,” katanya di Menteng, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016.

    BacaAhok Bandingkan Risma dengan Jokowi

    Hamdi mengatakan penilaian sisi kapabilitas terdiri atas pengukuran visioner, intelektualitas, governability, kemampuan politik, kemampuan komunikasi politik, dan leadership. "Yang menarik, tiga orang inilah yang hanya dianggap memenuhi kapabilitasnya. Jauh dari banyak nama, seperti Yusril sampai Sandiaga Uno," ujarnya.

    Baca: Usung Sandiaga Uno, Gerindra Buka Kemungkinan Koalisi

    Menurut Hamdi, ketiganya mengungguli beberapa nama, seperti Djarot Saiful Hidayat, Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoeddin, Yoyok Rio Sudibyo, dan Yusril Ihza Mahendra. Untuk merilis hasil survei, kata Hamdi, semua pakar tersebut diminta menilai sembilan tokoh melalui focus group discussion.

    Sementara itu, dalam simulasi terbuka tanpa memberikan nama tokoh, Basuki menjadi top of mind para pakar dengan elektabilitas 47,29 persen. Disusul Risma 11,33 persen dan Ridwan Kamil 6,9 persen.

    Baca: Ahok Terkesan 'Adu Domba', Ini Jawaban Anak Buah Risma

    Menurut Hamdi, survei ini menilai dua dimensi terpenting yang harus dimiliki pemimpin politik. Beberapa di antaranya kapabilitas dan karakter personal yang terbagi menjadi integritas moral dan temperamen. "Survei ini dilakukan melalui proses expert judgment dari pakar sebulan terakhir," ujarnya.

    ARKHELAUS W

    Terpopuler
    DPD PDIP: Tak Ada Ahok dalam 6 Nama Usulan ke DPP
    Kader Tak Setuju, Ahok Tetap dalam Pantauan Radar PDIP
    Ketua PDIP DKI: Banyak Kader Ogah Dukung Gubernur Inkumben


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.