Calon Gubernur DKI dari Demokrat Tunggu Keputusan Majelis Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Hermanto (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    Agus Hermanto (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Agus Hermanto mengatakan partainya belum memutuskan kandidat calon gubernur yang akan diusung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017. Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat itu mengatakan pembahasan kandidat calon Gubernur DKI dari partainya masih berlangsung di lingkup internal Majelis Tinggi Partai.

    "Partai Demokrat belum memutuskan ingin mengusung siapa. Sekarang dari Majelis Tinggi masih rapat untuk menentukan calon," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016.

    Ada 15 orang yang mengisi jabatan Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua majelis tinggi dan Evert Ernest Mangindaan sebagai sekretaris.

    Meski belum menentukan sikap, Agus mengatakan partainya telah menjalin komunikasi politik dengan partai lain. Bahkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kata dia, juga telah mempertimbangkan beberapa nama kandidat. "Tapi kami lebih bicara di tingkat internal," ujarnya.

    Selain membangun komunikasi politik, menurut Agus, partainya masih meminta pertimbangan dari konsultan politik dan lembaga survei yang ditunjuk. Tujuannya melihat calon-calon yang diinginkan masyarakat. "Kami tidak ingin buru-buru menghubungi calon A atau B, kami ingin lihat siapa calon yang dikehendaki masyarakat," kata Wakil Ketua DPR ini.

    Berbeda dengan Demokrat, empat partai lain justru sudah menentukan sikap. Misalnya Partai Golkar, NasDem, dan Hanura, yang sudah memutuskan menyokong Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur. Serta Partai Gerindra, yang mendukung Sandiaga Salahuddin Uno.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.