PB PON XIX Sosialisasikan Venue kepada Wartawan  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Targetnya, semua pekerjaan rampung pada pertengahan Agustus 2016.

    Targetnya, semua pekerjaan rampung pada pertengahan Agustus 2016.

    INFO PON - Media memegang peranan penting dalam menyukseskan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Paralimpik) XV Jawa Barat 2016. Untuk itu, Pengurus Besar (PB) PON XIX dan Paralimpik XV Jawa Barat 2016 menyosialisasikan kepada para pewarta olahraga yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) seluruh provinsi di Indonesia mengenai kesiapan Jabar sebagai tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan itu.

    Didampingi Koordinator Bidang Pelayanan Media PB PON XIX/2016 Jabar Ade Sulkasah, Ketua SIWO PWI Jawa Barat Irfan Suryadireja, dan Dede Ihsarudin dari SIWO PWI Pusat, para pewarta olahraga mengunjungi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Kamis 28 Juli 2016.

    Sekretaris Umum PB PON Ahmad Hadadi mengatakan, akhir Juli ini seluruh arena pertandingan sudah dapat digunakan, meski masih perlu disempurnakan. Targetnya, semua pekerjaan rampung pada pertengahan Agustus 2016.

    “Secara umum, kami sebagai tuan rumah PON dan Peparnas siap menggelar perhelatan multievent itu. Untuk arena pertandingan memang belum 100 persen beres pembangunannya, tapi secara fungsional sudah bisa digunakan, bahkan sebagian sudah dilakukan tes event, seperti venue futsal, pencak silat, tenis meja, dan beberapa venue lainnya,” kata Ahmad.

    Kunjungan perwakilan SIWO PWI ini bertepatan dengan kehadiran mereka di Bandung untuk mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Kunjungan iniberbarengan pula dengan peninjauan yang dilakukan Dewan Pengarah PB PON XIX/2016 ke Stadion GBLA.

    Para pewarta olahraga juga mengunjungi sejumlah venue pertandingan di Kota Bandung, serta media center yang akandigunakan para wartawan peliput PON/Peparnas nanti.

    Perwakilan SIWO PWI Maluku, Ishak menilai akses menuju dan keluar dari Stadion GBLA tergolong sempit, sehingga dikhawatirkan terjadi penumpukan pengunjung.

    “Alangkah baiknya, jika akses keluar minimal empat pintu,sehingga waktu untuk mereka keluar area stadion bisa lebih cepat. Ditambah jalan alternatif selain tol juga cukup sempit,”kata Ishak.

    Sementara Ketua SIWO PWI Jawa Timur, Arif Sosiawan, menyoroti lahan parkir yang tidak seimbang dengan besar dan megahnya Stadion GBLA. Arif berharap Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung dapat mengantisipasi sempitnya lahan parkirini. Di luar itu, Stadion GBLA dinilai cukup representatif untuk dipakai sebagai tempat penyelenggaraan pesta pembukaan dan penutupan PON/Peparnas 2016. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.