DPD PDIP: Tak Ada Ahok dalam 6 Nama Usulan ke DPP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, berpidato saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. Ahok mengaku hal tersebut sudah ia lihat setelah melihat dukungan dari tiga partai politik yang datang, yakni Partai NasDem, Hanura, dan Golkar. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, berpidato saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. Ahok mengaku hal tersebut sudah ia lihat setelah melihat dukungan dari tiga partai politik yang datang, yakni Partai NasDem, Hanura, dan Golkar. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Gembong Warsono memastikan tidak ada nama calon gubernur inkumben Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam enam nama yang diusulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat PDIP.

    Nama Ahok juga tidak masuk daftar nama yang diusulkan melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD). "Di tingkat DPD suasana yang berkembang sudah tidak mungkin mendukung Ahok," kata Gembong di kantor DPD PDIP Jakarta, Ahad, 31 Juli 2016.

    Saat ini, kata Gembong, PDIP sudah mengantongi enam nama dari jalur penjaringan yang mengizinkan siapa pun mendaftar untuk menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Nama tersebut merupakan hasil pengerucutan dari total 34 nama yang mendaftar dan 27 nama yang ikut seleksi penjaringan.

    "Enam nama yang disimpan berdasarkan pengerucutan dari 27 orang yang ikut fit and proper test. Karena Ahok tidak mendaftar maka ia tidak masuk daftar enam nama tersebut," kata Gembong.

    BacaDijagokan Lawan Ahok, Kenapa Risma Disebut Mirip Jokowi?

    Sedangkan berdasarkan hasil penyerapan aspirasi yang dilakukan oleh 28 kader PDIP yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Gembong menyebutkan sebagian besar tidak menginginkan PDIP mengusung calon gubernur inkumben untuk pilgub DKI Jakarta 2017. "Suara yang berkembang seperti itu. Sekitar 80 persen menghendaki tidak mencalonkan inkumben," kata Gembong.

    BacaPelantikan Pengurus PDIP Diwarnai Seruan 'Lawan Ahok'

    Salah satu alasan kader yang tidak menginginkan Ahok dicalonkan dari PDIP adalah karena mereka kecewa dengan realisasi janji saat kampanye Joko Widodo dan Ahok saat pilkada DKI 2012. Saat itu, Jokowi-Ahok berjanji akan menata Jakarta, dengan tidak adanya penggusuran. Namun kenyataannya berbeda. "Itu yang ditagih. Keberpihakan Jokowi dan Ahok mungkin berbeda. Walaupun kami paham style setiap pemimpin itu berbeda-beda," kata Gembong. 

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.