Khofifah: Warung Elektronik Pangkas Praktek Pemotongan Bansos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membeberkan rencana Kementerian Sosial di Rakor Program Pemberdayaan Sosial di Bandung, Jawa Barat, 13 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Ekspresi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membeberkan rencana Kementerian Sosial di Rakor Program Pemberdayaan Sosial di Bandung, Jawa Barat, 13 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Makassar - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa optimistis kehadiran warung elektronik dapat memangkas praktek pemotongan dana bantuan sosial (bansos). Dengan begitu, masyarakat kurang mampu akan menerima dana yang seharusnya. "Potensi untuk manipulasi dana bantuan sangat sulit terjadi," kata Khofifah di Makassar, Ahad, 31 Juli 2016.

    Khofifah memberi pembekalan kepada peserta dan pendamping program keluarga harapan di Makassar. Selain itu, dia juga meluncurkan operasional satu warung elektronik.

    Menurut Khofifah, jumlah peserta keluarga harapan di Makassar mencapai 9.800 orang dengan anggaran dana bantuan mencapai Rp 18 miliar. Bila ditambah dengan beras sejahtera, total anggaran khusus di Makassar sebesar Rp 78 miliar.

    Sulawesi Selatan merupakan provinsi kedua peluncuran warung elektronik setelah Jawa Timur. Khofifah mengimbuhkan, kehadiran warung elektronik akan banyak membantu warga kurang mampu untuk mengirit pengeluaran.

    Dia mengklaim harga barang-barang pokok di warung elektronik terpaut jauh dengan harga di pasaran. "Sangat murah, karena jalur distribusi kebutuhan pokok telah dipangkas," ujar Khofifah.

    Warung elektronik saat ini baru menyediakan empat kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng, gula, dan tepung. Distribusi kebutuhan itu langsung disuplai oleh Badan Usaha Logistik (Bulog) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

    Menurut Khofifah, hasil pantauan di warung elektronik di Jawa Timur, harga gula, misalnya, miliki selisih Rp 3.000 dari warung biasa. "Selisih itu sangat signifikan bagi keluarga kurang mampu," ujarnya.

    Khofifah berujar akan terus mengevaluasi operasional uji coba warung elektronik. Khofifah juga akan mengantisipasi adanya lonjakan permintaan kebutuhan dari warga kurang mampu. "Bulog dan RNI mempelajari suplai untuk setiap warung elektronik," imbuh Khofifah.

    Dia menargetkan hingga 2017 keberadaan warung elektronik sudah mencapai 3.000 unit. Hingga akhir tahun ini Khofifah optimistis warung elektronik sudah mencapai 63 persen.

    Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto mengingatkan pengelola dana bantuan sosial agar tidak segan-segan memberi sanksi maupun menindak secara hukum pihak-pihak yang mencoba memangkas hak warga kurang mampu.

    Menurut Danny, pihaknya intens melakukan pengawasan kepada proses pendampingan keluarga harapan. "Warga juga jangan segan-segan melapor bila jatah dana bantuan yang diterima tidak sesuai yang seharusnya," ujarnya.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.