Mendikbud Baru: Narkoba Benar-benar Mengancam Kita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berfoto bersama Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berfoto bersama Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai bahaya narkoba di Indonesia sudah mencapai level amat membahayakan. Menurut dia, penyelundupan narkotik dan obat berbahaya ke Indonesia sangat canggih.

    "Penyusupannya sudah level advance, yang dikawal dengan senjata mutakhir," kata Muhadjir di Plaza Insan Berprestasi Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu, 30 Juli 2016.

    Muhadjir mengimbau masyarakat waspada karena pola penyelundupan narkoba yang sangat canggih tersebut. "Karena itu, saya mengimbau masyarakat lebih cermat," ujarnya.

    Sebelumnya, di media sosial beredar pengakuan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, kepada koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar. Dalam pengakuannya, Freddy mengungkap ada kerja sama Badan Narkotika Nasional dan Mabes Polri dengan jaringannya dalam pengedaran narkoba.

    Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso meminta Haris membuktikan cerita Freddy tersebut. "Kepala BNN meminta yang mengatasnamakan Harris Azhar, selaku penulis berita tersebut, dapat membuktikan yang diungkapkan Freddy Budiman dalam kesaksiannya," kata Kepala Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi.

    DINI PRAMITA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.