Kementerian Agama Tingkatkan Pembinaan Calon Anggota Jemaah Haji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jutaan umat Muslim di dunia memenuhi Padang Arafah saat melakukan Wukuf dalam bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Dalam melakukan Wukuf, para jamaah berdiam di padang Arafah untuk berdoa. REUTERS

    Jutaan umat Muslim di dunia memenuhi Padang Arafah saat melakukan Wukuf dalam bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Dalam melakukan Wukuf, para jamaah berdiam di padang Arafah untuk berdoa. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama memastikan akan meningkatkan pembinaan para calon anggota jemaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama Muhajirin Yanis mengatakan peningkatan layanan itu akan dikelompokkan dalam tiga pola kekuatan manajemen. “Ketiganya dikemas dalam metode, aturan, dan bagaimana implementasinya,” ucapnya dalam keterangan tertulinya, Sabtu, 30 Juli 2016.

    Menurut Yanis, metode dalam bimbingan calon anggota jemaah haji menggunakan metode yang mudah dipahami, baik oleh calon anggota maupun pembimbing. Tujuannya adalah menjawab dinamika persoalan hukum terkait dengan haji.

    Untuk aspek regulasi, tata caranya dikemas dalam norma dan hukum untuk mengatur dan memberikan rasa nyaman kepada calon anggota. Setelah memastikan metode dan regulasi siap, selanjutnya adalah penerapan.

    Yanis mencontohkan, secara konkret, beberapa langkah akan ditempuh untuk merealisasi tiga pola kekuatan tersebut. Misalnya Kementerian Agama terus mengkaji perihal badal haji atau haji yang diniatkan untuk orang lain, denda yang harus dibayarkan apabila anggota jemaah melanggar aturan (dam), serta istita'ah. Ia memastikan kajian itu melibatkan disiplin ilmu yang dapat dipercaya.

    Berikutnya, bimbingan manasik haji oleh pembimbing yang bersertifikat. Tidak hanya di Indonesia saja, visitasi dan konsultasi manasik juga dilakukan di Arab Saudi. Pusat layanan konsultasi langsung dan online berbasis media sosial pun dilakukan.

    Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menurunkan tenaga konsultan yang ahli ke Arab Saudi. “Visitasi langsung turun ke kantong-kantong jemaah,” ujarnya.

    Yanis menambahkan, visualisasi bimbingan manasik juga dilakukan berupa pemaparan visual elektronik menggunakan ragam bahasa. Misalnya bahasa untuk jemaah dari Aceh, Batak, Bugis, Sasak, dan Sunda. Itu dilakukan untuk memudahkan jemaah dalam alih pengetahuan manasik secara visual.

    Yanis menuturkan tingkat layanan manasik juga akan bersifat umum. Misalnya ke depan akan membudayakan manasik haji bagi semua kalangan dengan mendeklarasikan Gerakan Manasik Nasional. “Insya Allah, manasik go public dapat dilakukan.”

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.