Politikus PDIP: Anak Muda Pendukung Ahok Bermental Follower  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri Halal Bi Halal Relawan dan Pendukung di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, 27 Juli 2016. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri Halal Bi Halal Relawan dan Pendukung di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, 27 Juli 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu, menyebut anak-anak muda pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memiliki mental pengikut atau follower.

    "Saya melihat teman-teman ini level follower. Tidak punya keyakinan. Kalau ada aspek mendukung independen, konsisten di sana. Jangan mencla-mencle," kata Masinton dalam diskusi Polemik di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Juli 2016.

    Masinton mengungkapkan, anak-anak muda seharusnya diajarkan untuk memiliki keyakinan dalam melakukan pergerakan dan memegang teguh prinsip, serta melaksanakan hal mendasar. Dia mencontohkan dirinya sendiri. Sejak muda hingga saat ini, ia mengaku selalu konsisten dengan apa yang dikerjakannya. Ia bercerita, ketika aktif dalam pergerakan mahasiswa, ia selalu diajarkan agar anak muda menjadi pelopor.

    "Apa jadinya generasi muda kalau mentalnya mental bebek? Pemimpin yang konsisten pada ketidakkonsistenannya harus kita koreksi. Hari ini A, besok B," ujarnya.

    Masinton mengutarakan hal itu saat menanggapi ucapan Tsamara Amany, juru bicara dari Komunitas Pendukung Ahok atau Kompak. Tsamara mengaku sempat tidak percaya pada partai politik yang tidak mendengarkan aspirasi rakyat dan tidak mendukung calon yang diinginkannya.

    Baca: Kalau Tak Menang di Pilkada DKI 2017, Ahok Bakal Jadi Apa?

    Alasan itu yang membuat Tsamara dan anak muda pendukung Ahok lainnya mencoba mengusung mantan Bupati Belitung Timur itu untuk maju kembali dalam pemilihan kepala daerah Jakarta 2017 melalui jalur perseorangan. "Tapi justru kita harus apresiasi bahwa apa yang saya nyatakan itu terbantahkan oleh orang seperti Pak Nusron (Nusron Wahid, politikus asal Golkar), NasDem, kemudian Hanura," kata dia, dalam acara diskusi tersebut.

    Ahok, yang semula akan mencalonkan diri sebagai calon gubernur dari jalur perseorangan, akhirnya memutuskan untuk memilih jalur partai politik dan diusung oleh Golkar, NasDem, dan Hanura. Tsamara menuturkan bahwa Ahok meminta para pendukungnya harus mengapresiasi dan menghargai ketiga partai politik yang akhirnya tunduk kepada aspirasi rakyat tersebut. "Ini yang membuat saya yakin. Oh, ternyata masih ada partai baik di Indonesia ini."

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.