Demi Ahok di Pilkada DKI, Hanura & NasDem Sepakat Lobi PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. ANTARA/Reno Esnir

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana mengatakan dukungan dari PDI Perjuangan akan semakin menguatkan posisi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Saat ini, Ahok sudah mendapat dukungan dari tiga partai, yaitu Partai Golkar, Partai NasDem, dan Partai Hanura.

    "Meski tiga partai tersebut sudah memadai, tapi kalau PDIP bergabung pasti lebih baik," kata Dadang saat dihubungi Tempo, Jumat, 29 Juli 2016. Ia mengatakan, posisi Ahok tak akan tergoyahkan jika PDIP turut merapat disebabkan Wakil Gubernur Jakarta saat ini, Djarot Saiful Hidayat, adalah kader partai berlambang banteng moncong putih.

    BACA: Kalau Tak Menang di Pilkada DKI 2017, Ahok Bakal Jadi Apa?

    Sebelumnya, Ahok mengaku ketiga partai politik pendukungnya akan menggelar pertemuan untuk membahas dukungan PDIP kepadanya. Menurut Dadang, hal ini adalah yang wajar dilakukan untuk menambah dukungan kepada calon yang diusung. "Semakin banyak yang dukung, kebijakan yang dibahas akan semakin mulus," ucapnya.

    Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus juga mengaku tak keberatan jika diminta untuk melobi PDI Perjuangan agar merapat untuk menyokong Ahok. "Nggak masalah dia mau didukung siapa," kata Bestari. "Kami enggak masalah dukungannya, yang kami pikirkan adalah masalah keterpilihannya."

    BACA: Ahok Tak Akan Daftar Cagub ke PDIP

    Bestari mengatakan, Partai NasDem akan memberikan keleluasaan bagi Ahok untuk melakukan apapun yang menjadi kehendaknya sebagai gubernur. "Kami percaya dia bisa membangun Jakarta, jadi seleluasa mungkin kami akan memberikan keleluasaan kepada dia," ujar Bestari.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Yorrys Raweyai, mengungkapkan bahwa partainya memiliki keleluasaan kepada Ahok untuk menentukan tambahan dukungan dari partai lain, termasuk PDIP. "Bukan kewenangan kami. Karena kami mau bergabung kan sama Ahok," ucap dia.

    BACA: Ahok Maju Lewat Partai, Netizen: #BalikinKTPGue

    Dalam halalbihalal bersama relawan Teman Ahok dua hari lalu, Golkar sudah menyatakan dukungan bila ada partai lain bergabung dan mendukung pencalonan Ahok. Sebab, target partai berlambang pohon beringin itu sejak awal untuk memenangkan Ahok sebagai Gubernur Jakarta 2017. "Tapi yang memutuskan terakhir adalah Pak Ahok."

    MAYA AYU PUSPITASARI | FRISKI RIANA

    BACA JUGA
    Gerindra Resmi Usung Sandiaga Uno di Pilkada DKI
    Dituduh Sekolah Teroris, Murid Bikin Hashtag #SAVEPRIBADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.