Kini Husni Mubarok Tak Lagi Jalan Kaki 5 Kilometer ke Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Dedhez Anggara

    ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Bekasi - Raut wajah Husni Mubarok berbunga-bunga begitu bertemu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang datang ke kediamannya, Jumat, 29 Juli 2016. Rahmat datang ke rumah siswa baru di SMA Negeri 8 itu untuk memberikan bantuan sepeda. "Selama ini dia berangkat sekolah berjalan kaki," kata Rahmat, Jumat, 29 Juli 2016.

    Padahal jarak yang ditempuh Husni cukup jauh, yaitu lebih dari 5 kilometer dari rumahnya di Jalan Banteng, Kranji, Bekasi Barat, ke Pekayon, Bekasi Selatan. Karena itu, Husni harus berangkat mulai pukul 05.00 WIB. Husni masuk ke SMA Negeri 8 melalui jalur afirmasi atau khusus siswa miskin.

    Rahmat terkejut rupanya Husni siswa berprestasi karena pernah menyabet juara pencak silat. "Semoga, dengan adanya bantuan sepeda, dia lebih bersemangat sekolah," ujar Rahmat. Menurut dia, keadaan ekonomi tidak boleh menjadi kendala karena Pemerintah Kota Bekasi sudah mengalokasikan dana pendidikan lebih dari 28 persen dari APBD.

    Ia tertegun saat mendengarkan cita-cita Husni yang ingin menjadi insinyur. "Semoga bisa jadi Habibie-nya Kota Bekasi," kata dia.

    Husni sendiri mengaku senang mendapatkan bantuan sepeda dari orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut, sehingga kini dia tak lagi berjalan kaki menyisir perkampungan untuk menuju sekolahnya. "Saya senang sekali, sekolah digratiskan, dan diberi sepeda untuk berangkat sekolah," ujar dia.

    Sebetulnya, kata Husni, orang tuanya melarang dirinya sekolah karena keadaan ekonominya yang tak mampu. Sejak ditinggal kabur oleh ayahnya, ibunya hanya berjualan pisang keliling. Namun ia berkukuh ingin bersekolah demi meraih masa depan yang lebih baik ketimbang orang tuanya.

    "Tapi saya nekat mendaftar di sekolah atlet, karena pernah menjuarai lomba pencak silat. Siapa tahu bisa membantu," ujarnya. Ketika diterima, ia kaget bahwa ada kewajiban sumbangan awal tahun yang mencapai jutaan rupiah. Karena itu, Husni memutuskan tidak mendaftar ulang mengingat tak mempunyai biaya. "Pihak sekolah datang dan memberitahukan bahwa semua biaya untuk siswa miskin gratis," ujar Husni.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.