Puluhan Polisi Siaga di Rumah Freddy Budiman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambulan yang membawa jenazah terpidana mati keluar dari Pulau Nusakambangan, di Cilacap, Jawa Tengah, 29 Juli 2016. Hukuman mati terhadap bandar narkoba Freddy Budiman dan tiga terpidana lainnya dilaksanakan Jumat dinihari. REUTERS/Darren Whiteside

    Ambulan yang membawa jenazah terpidana mati keluar dari Pulau Nusakambangan, di Cilacap, Jawa Tengah, 29 Juli 2016. Hukuman mati terhadap bandar narkoba Freddy Budiman dan tiga terpidana lainnya dilaksanakan Jumat dinihari. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Surabaya - Puluhan polisi bersiaga sejak pagi di rumah terpidana mati Freddy Budiman, Jalan Krembangan Baru 7 Nomor 6-A, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Bahkan, sejak masuk gang, puluhan polisi berjejer hingga ke rumah nomor 6-A itu.

    Di depan rumah yang sudah dipasang terop itu, tampak belasan polisi duduk di kursi plastik yang sudah disediakan pihak keluarga. Air mineral dan mug kopi berada di atas meja polisi itu. Puluhan polisi itu menyita perhatian warga sekitar. Walhasil, banyak warga yang ke luar rumah dan duduk-duduk di pinggir jalan melihat pengamanan dan puluhan wartawan yang berdatangan ke lokasi.

    Kondisi rumah dua lantai itu terlihat tertutup. Gerbangnya seakan terkunci, tapi sesekali pihak keluarga membuka pintu gerbang itu. Ternyata, pengamanan oleh pihak kepolisian tidak hanya dilakukan di rumah Freddy. Namun, juga disiagakan di tempat pemakaman, yaitu di permakaman umum Mbah Ratu, Jalan Demak, Surabaya. Di permakaman itu, tempat persemayaman jenazah Freddy sudah dipersiapkan, jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah gembong narkoba itu.

    Baca: Ini Jejak Freddy Budiman yang Masuk Daftar Eksekusi Mati

    Kepala Kepolisian Sektor Bubutan Komisaris Ketut Madya mengatakan pengamanan ini normal untuk menyambut terpidana mati Freddy Budiman. Ia juga memastikan tidak ada yang spesial dalam proses pengamanannya itu. "Gak, gak. Ini hanya pengamanan biasa, tidak ada yang eksklusif," kata Ketut kepada Tempo di sela berjaga di lokasi.

    Menurut Ketut, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam proses pemakaman Freddy itu. Sebab, warga sekitar bisa menerimanya dengan baik. "Alhamdulillah warga di sini juga welcome, jadi ya tidak akan ada apa-apa," katanya.

    Hingga saat ini, puluhan polisi dan warga sekitar masih menunggu kedatangan jenazah Freddy Budiman. Ia divonis mati atas kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi. Belakangan diketahui dia juga memiliki pabrik ekstasi di penjara dan ikut mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji.

    Freddy menjalani eksekusi mati bersama tiga terpidana kasus narkotika. Dia menjadi yang pertama dieksekusi pada hukuman mati jilid III ini. Jasadnya akan disemayamkan siang ini di permakaman Mbah Ratu, Surabaya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.