Ombak 3 Meter Hantam Puluhan Rumah di Pantai Karawang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga berlari menyelamatkan ketika ombak tinggi menerjang kawasan berjualan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, 9 Juni 2016. Gelombang tinggi yang sudah terjadi sejak beberapa hari melanda kawasan ini. TEMPO/Pius Erlangga

    Seorang warga berlari menyelamatkan ketika ombak tinggi menerjang kawasan berjualan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, 9 Juni 2016. Gelombang tinggi yang sudah terjadi sejak beberapa hari melanda kawasan ini. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COKarawang - Ombak setinggi 3 meter menghantam rumah-rumah warga Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya Utara, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis malam, 29 Juli 2016. Yong Lim Supardi, Kepala Desa Cemarajaya Utara, menuturkan pasang air laut ikut memperparah keadaan. 

    Ia mencatat ratusan rumah di sepanjang Pantai Pisangan terendam air laut. "Tanggul sudah terbukti tidak mempan menahan air laut," kata Yong kepada wartawan saat sedang membersihkan rumahnya, Jumat, 29 Juli 2016. 

    Deretan tanggul itu tidak bisa menahan gelombang ombak pada Kamis malam. Saking besarnya, ombak tersebut sampai menghantam tembok rumah penduduk. "Ombak setinggi kurang-lebih 3 meter. Warga yang panik pada malam itu berhamburan ke luar rumah, mengungsikan wanita dan anak-anak ke balai desa," ujar Yong.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sampai Jumat pagi, air setinggi lutut masih menggenangi permukiman. Batu-batu dan karung berisi pasir berserakan di sepanjang Pantai Pisangan. "Kami begadang sejak malam, sibuk membersihkan rumah masing-masing," tutur Yong. 

    Di sepanjang garis Pantai Pisangan, banyak permukiman penduduk yang juga terdapat ratusan warung dan tempat ibadah. Menjelang garis pantai terdapat tanggul dan turap sederhana. "Penduduk di sini memang mengandalkan tanggul dari karung untuk bisa menahan ombak," ucap Yong. 

    Yong mengatakan badai yang menghantam Dusun Pisangan pada Kamis malam adalah yang paling besar pada 2016. "Sejak Januari sampai sekarang, sudah empat kali kami dihantam badai. Sekarang yang paling parah," katanya. 

    Wanosuki, 43 tahun, seorang warga Dusun Pisangan, menuturkan air pasang mulai naik sekitar pukul 17.00 pada Kamis, 28 Juli 2016. "Air terus naik sampai Jumat dinihari. Saat malam, ombak besar datang dan mengakibatkan tanggul sepanjang Pantai Pisangan ambruk," ujar Wanosuki saat ditemui Tempo

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.