Eksekusi Mati: Inikah Permintaan Terakhir Freddy Budiman?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, berdoa saat akan menjalani sidang PK lanjutan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, 1 Juni 2016. ANTARA FOTO

    Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, berdoa saat akan menjalani sidang PK lanjutan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, 1 Juni 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara gembong narkoba kelas kakap Freddy Budiman, Untung Sunaryo, mengatakan bahwa kliennya sudah tak lagi mempersoalkan kehidupan duniawinya. "Pada prinsipnya dia sudah menyerahkan jiwa raga (pada keputusan eksekusi). Soal grasi, karena ada kesempatan, makanya tetap diajukan. Tak ada permintaan khusus lain," kata Untung saat dihubungi Tempo, Kamis, 28 Juli 2016.

    BACA: Ini Jejak Freddy Budiman yang Masuk Daftar Eksekusi Mati

    Untung menambahkan, tak ada permintaan khusus dari Freddy selain kliennya sempat meminta dimakamkan di Surabaya, jika menjadi satu dari terpidana yang akan segera dieksekusi mati. “Ya ada permintaan itu, karena dia berasal dari sana. Dia arek (orang) Surabaya,” ujar Untung yang mengaku tak mengetahui pasti lokasi makam yang diinginkan Freddy sebagai tempat peristirahatan terakhir.

    Soal pengajuan grasi, kata Untung, bukan terdorong oleh kabar pelaksanaan eksekusi segera berlangsung dalam hitungan hari. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo sendiri sudah membenarkan eksekusi berlangsung pada 29 atau 30 Juli 2016, meski tak membeberkan waktu persisnya. “Saya tak tahu (soal waktu eksekusi). Saya lebih membiasakan diri mengacu pada pemberitahuan resmi, pada informasi formal."

    BACA: Jaksa Agung: Freddy Budiman Masuk Daftar Eksekusi Mati

    Pelaksanaan eksekusi mati tahap ketiga bagi terpidana kasus narkoba diketahui segera berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Nama Freddy yang pernah terlibat penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi dari Cina ke Indonesia itu, disinyalir menjadi satu di antara 14 terpidana vonis mati yang segera dieksekusi.

    Tanda-tanda segera berlangsungnya eksekusi mati terhadap ke-14 terpidana itu semakin kuat. Hal itu terlihat dari informasi adanya pemindahan terpidana mati ke sel isolasi di Nusakambangan. Keamanan lembaga pemasyarakatan dengan penjagaan maksimum itu pun semakin diperketat, sehingga muncul larangan bagi masyarakat untuk bertemu dengan warga binaan di sana.

    YOHANES PASKALIS

    BACA JUGA

    Ahok Pilih Jalur Partai, Ormas: Ahok Bukan Pemberani!
    Ahok Pilih Partai, Djarot: Dia Kembali ke Jalan yang Benar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.