Eksekusi Mati Dilaksanakan Saat Hujan Deras Disertai Petir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga terpidana mati mendatangi Kejaksaan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, 26 Juli 2016. Kegiatan ini dilakukan menjelang pelaksanaan eksekusi mati tahap III di Nusakambangan. ANTARA/Idhad Zakaria

    Keluarga terpidana mati mendatangi Kejaksaan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, 26 Juli 2016. Kegiatan ini dilakukan menjelang pelaksanaan eksekusi mati tahap III di Nusakambangan. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.COJakarta - Hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi saat pelaksanaan eksekusi mati di Lapangan Limus Buntu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat dinihari, 29 Juli 2016. Koordinator Lembaga Pemasyarakatan se-Nusakambangan, Abdul Aris, mengatakan sudah ada tiga terpidana yang dieksekusi mati.

    Menurut Aris, eksekusi dilaksanakan sekitar pukul 00.00 WIB. Dia tidak menyebut siapa saja terpidana yang sudah dieksekusi mati. "Enggak usah sebut nama, enggak enak," kata Aris saat dihubungi, Jumat, 29 Juli 2016.

    Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Agnes Triani membenarkan eksekusi mati telah dilaksanakan. Namun dia tak mau memberikan penjelasan lebih rinci. "Sudah, tapi nanti tunggu konferensi pers resmi dari Jampidum," ujarnya.

    Salah seorang sumber Tempo yang berada di lokasi membenarkan informasi telah dilaksanakannya eksekusi mati. Namun dia belum memastikan berapa dan siapa saja terpidana yang telah dieksekusi. "Sambungan telepon ke Sodong terputus, jadi belum bisa memastikan siapa saja yang sudah dieksekusi," katanya.

    Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari kejaksaan. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad tak kunjung menjawab pertanyaan Tempo melalui sambungan telepon seluler dan pesan pendek.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.