Menteri Yasonna: PK Tidak Menghalangi Eksekusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III atau komisi hukum DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, 11 April 2016. TEMPO/Ghoida Rahmah

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III atau komisi hukum DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, 11 April 2016. TEMPO/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly enggan berkomentar ihwal eksekusi terpidana mati. Ia menolak menjawab soal kepastian tanggal eksekusi mati dan posisi terpidana mati.

    "Kalaupun sudah tahu, saya tak akan beritahu. Seharusnya sudah (berada di Nusakambangan)," kata Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 28 Juli 2017. Menurut dia, Kejaksaan Agung yang memiliki otoritas menjelaskan hal tersebut.

    Selain itu, Yasonna mengatakan upaya hukum berupa peninjauan kembali yang dilakukan oleh beberapa terpidana mati tak mempengaruhi rencana eksekusi mati. "PK (peninjauan kembali) tidak menghalangi eksekusi," kata Yasonna.

    Sebelumnya, menurut kabar, eksekusi mati akan dilaksanakan pada Sabtu dinihari, 30 Juli 2016. Namun ada informasi bahwa eksekusi dimajukan menjadi Jumat dinihari, 29 Juli 2016. "Eksekusinya malam ini," kata salah satu petugas penjagaan yang enggan disebutkan namanya kepada Tempo di Dermaga Holcim.

    Sebanyak 1.460 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan dalam operasi pengamanan eksekusi mati jilid ketiga ini. Beberapa personel pun sudah membuat barikade di depan akses pintu masuk menuju Dermaga Wijaya Pura.

    ARKHELAUS W. | DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.