Polisi Tikam Istri Hingga Tewas Akibat Cemburu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Kupang - Seorang anggota kepolisian berpangkat Bripka, YT, Kamis pagi, 28 Juli 2016, melakukan pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Yustina Baci Matilda Saleh. Aksi keji YT dilakukan dikediamannya di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, YT yang merupakan anggota Kepolisian Resor Sumba Barat kembali ke Kupang untuk menjemput keluarganya guna dibawa ke tempat tugasnya yang baru di Sumba Barat.

    Tiba-tiba YT menikam leher istrinya hingga tewas. Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dan hingga kini dalam pencarian polisi. Sedangkan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk dilakukan otopsi.

    Jasad korban pertama kali ditemukan anaknya, Cinta. Jasad Yustina sudah dalam keadaan dibungkus tikar dan ditaruh lantai rumah. Saat dibuka ternyata ibunya yang sudah bersimbah darah. "Saya bangun mau lihat tante yang mau ke kampung, tapi lihat ada orang tidur di lantai. Saya buka, ternyata mama sudah penuh darah,” katanya.

    Menurut Cinta, saat itu ayahnya tidak berada di rumah. Dia mengaku ayahnya sering memukul ibunya. "Beberapa hari bapa marah dan pukul, setelah itu tidak, setelah itu marah lagi," ucapnya.

    Warga Kelurahan Sikumana juga mengatakan, setiap kali datang ke Kupang YT sering bertengkar dengan istrinya. Polisi itu cemburu dan menuduh istrinya berselingkuh dengan lelaki lain. “Puncaknya terjadi pertengkaran hebat yang kemudian kami ketahui isterinya ditemukan telah meninggal dunia,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

    Aparat Polres Kupang Kota yang mendapat laporan atas peristiwa itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setelah dilakukan oleh TKP, polisi mengalami kesulitan menemukan alat bukti yang digunakan YT melakukan pembunuhan. "Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya, termasuk alat yang digunakan pelaku,” ujar Kepala Polres Kupang Kota Ajun Komisaris Besar Johanes Bangun.

    Johanes juga belum bisa memastikan penyebab terjadinya pembunuhan, termasuk dugaan akibat cemburu. Polisi bisa mengungkapnya setelah YT bisa ditangkap.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.