Jelang Eksekusi, Keluarga Terhukum Mati Ajukan Keberatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil ambulans yang membawa peti jenazah diseberangkan ke Dermaga Sodong, Nusakambangan, Cilacap, Jateng, 28 Juli 2016. Kejaksaan Agung akan melakukan eksekusi mati terhadap 14 terpidana mati kasus narkoba. ANTARA/Idhad Zakaria

    Mobil ambulans yang membawa peti jenazah diseberangkan ke Dermaga Sodong, Nusakambangan, Cilacap, Jateng, 28 Juli 2016. Kejaksaan Agung akan melakukan eksekusi mati terhadap 14 terpidana mati kasus narkoba. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Nusakambangan - Kerabat salah satu terhukum mati, Michael Titus Igweh, mengajukan keberatan atas rencana eksekusi mati yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Nila, begitu kerabat Titus memperkenalkan diri kepada media, mengatakan, hingga kini, pihaknya tidak mendapat surat resmi dan register di pengadilan terkait dengan eksekusi mati terhadap Titus.

    Nila mendatangi gedung Satuan Keamanan dan Ketertiban Nusakambangan di Dermaga Wijaya Pura. Kedatangannya kali ini tidak untuk membesuk Titus, tapi ingin memberikan pernyataan kepada media. Dia merasa keberatan atas sikap pemerintah Indonesia. “Ini kan prosesnya sedang berjalan, kok tahu-tahu sudah mau dieksekusi. Kami berusaha supaya dapat tembus ke Presiden Jokowi,” ucapnya di Dermaga Wijaya Pura, Kamis, 28 Juli 2016.

    Ia menuturkan keluarga Titus bingung karena tidak ada kejelasan dari kejaksaan tentang nasib Titus yang cenderung dirahasiakan. Menurut dia, pelaksanaan hukuman mati saat ini berlangsung ketika Titus tengah mengajukan upaya peninjauan kembali yang kedua pada 21 Juni 2016 di Pengadilan Negeri Tangerang. Ia mengetahui Titus akan dieksekusi mati pada 22 Juli 2016 melalui pemberitaan. “Termasuk pemberitahuan masa isolasi juga tidak ada.”

    Titus adalah warga negara Nigeria yang mendapat vonis hukuman mati atas kasus kepemilikan narkotik jenis heroin seberat 5,8 kilogram pada 2003. Pada 2011, Titus mengajukan peninjauan kembali, tapi ditolak Mahkamah Agung. Juni lalu, ia kembali mengajukan PK kedua.

    Nila menjelaskan, tubuh Titus semakin kurus karena tidak selera makan dan banyak pikiran. Selama di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Titus meminta Nila memperjuangkan keadilan hukum di Indonesia untuk dirinya. Selain itu, Titus meminta dipertemukan dengan istri, anak, dan saudara-saudaranya.

    Sebelum Titus dieksekusi, ia akan memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan. Apa pun akan dia lakukan untuk meminta keadilan kepada Presiden Jokowi. "Dia manusia, bukan binatang. Mohon buka hati para pemimpin yang adil dan terhormat,” ujarnya sembari terisak.

    Nila sempat menjelaskan, adiknya, Valencia, istri Titus, diperkirakan tiba di Cilacap besok dari Afrika Barat. Dari pernikahannya dengan Titus, Valencia memiliki dua anak laki-laki dan dua perempuan. Setiap dua tahun, keduanya mengunjungi Indonesia. Di akhir kunjungannya, dia sempat membuat pernyataan sikap yang terdiri atas lima poin. “Saya akan memperjuangkan hak keponakan saya yang masih kecil.” 

    IQBAL | BETRIQ KINDY ARRAZY  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.