Lima TKI Sumenep Korban Kapal Tenggelam di Malaysia, 3 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Sumenep - Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang menjadi korban dalam musibah tenggelamnya kapal di Malaysia bertambah menjadi lima orang. Dua orang selamat dan tiga lain meninggal dunia. Para korban adalah penumpang kapal pengangkut WNI yang tenggelam di Pantai Batu Layar, Sungai Rengit, Bandar Penawar, Johor Bahru, Malaysia, pada Sabtu 23 Juli lalu setelah dihantam ombak besar.

    Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumenep Koesman Hadi mengatakan dalam surat pemberitahuan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, sebelumnya disebutkan ada tiga warga Sumenep yang menjadi korban. Mereka adalah Rusida, Muhawan, dan Ariffin, penduduk Pulau Kangean. "Yang meninggal Rusida," ucapnya, Kamis, 28 Juli 2016.

    Namun, dalam surat terbaru dari KJRI tertanggal 27 Juli 2016, ada dua korban meninggal lain yang terdeteksi berasal dari Sumenep. Menurut Koesman, korban tambahan itu bernama Farida, 30 tahun, dan Salim, 32 tahun, warga Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. "Farida ditemukan meninggal Sabtu, 23 Juli, sedangkan Salim ditemukan dua hari kemudian."

    Koesman menjelaskan, para korban, baik yang selamat maupun yang meninggal, diduga merupakan tenaga kerja ilegal karena tidak tercatat dalam data buruh migran Pemerintah Kabupaten Sumenep. Meski ilegal, dia memastikan pemerintah daerah tetap akan mengurus proses pemulangan jenazah. Hari ini jenazah Farida dan Salim akan diterbangkan dari Kuala Lumpur ke Indonesia dengan rute Kuala Lumpur-Jakarta- Surabaya. "Jenazah Rusida sudah dipulangkan kemarin," ujarnya.

    Sementara itu, Yatim, 35 tahun, kakak kandung Rusida, menuturkan jenazah adiknya telah sampai di Sumenep diantar langsung petugas UPT P3TKI Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur ke Pelabuhan Gersik Putih. "Tiba subuh tadi," kata dia.

    Menurut Yatim, jenazah adiknya akan langsung dibawa ke Pulau Kangean. Keluarga telah menyewa perahu khusus. "Agar secepatnya dimakamkan."

    Kementerian Luar Negeri RI menyatakan karamnya kapal pengangkut TKI itu bermula ketika mesin kapal mendadak mati pada Sabtu lalu. Kapal kemudian oleng dan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di Pantai Batu Layar. Kapal itu bertolak dari Johor, Malaysia, menuju Batam, Indonesia, dengan mengangkut 62 orang. Sebanyak 34 di antaranya selamat, sedangkan yang lain ditemukan meninggal dan hilang.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.