Istri Terpidana Mati WN Pakistan Histeris ke Nusakambangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga terpidana mati menaiki perahu menuju Pulau Nusakambangan, di Dermaga Penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 26 Juli 2016. Kejaksaan belum mengumumkan kapan pelaksanaan eksekusi mati jilid III. ANTARA/Idhad Zakaria

    Keluarga terpidana mati menaiki perahu menuju Pulau Nusakambangan, di Dermaga Penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 26 Juli 2016. Kejaksaan belum mengumumkan kapan pelaksanaan eksekusi mati jilid III. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Cilacap - Siti histeris saat menuju ke Lembaga Permasyarakatan Besi, Nusakambangan, Jawa Tengah. Istri terpidana mati Zulfiqar Ali itu meminta Presiden Joko Widodo tidak mengeksekusi suaminya.

    "Tolong, Pak Jokowi. Tolong suami saya," ucapnya sembari menangis histeris setelah keluar Kejaksaan Negeri Cilacap, Kamis, 28 Juli 2016.

    Selain Siti, ibu Zulfiqar beserta saudara dan sahabatnya akan menuju ruang isolasi secepat mungkin. Ia pun membenarkan kabar bahwa pelaksanaan eksekusi mati dipercepat malam ini. "Kabarnya begitu," ujarnya.

    Siti meminta Jokowi melihat kasus Zulfiqar dengan hati. "Tolong, beri kesempatan kepada suami saya, beri keadilan kepada suami saya, Pak Jokowi, Pak Jaksa Agung," tutur Siti.

    Zulfiqar ditangkap atas tuduhan kepemilikan 300 gram heroin pada 2004. Setahun kemudian, pria asal Pakistan itu divonis hukuman mati.

    Sejak Mei lalu, ia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap karena komplikasi bronkitis, lever, ginjal, dan hepatitis. Rencananya, Zulfiqar akan dieksekusi bersama 13 terpidana mati kasus narkoba lain.

    Teman dekat Zulfiqar Ali, Jamil malik, meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan kasus rekannya itu. Dia, sebagai perwakilan keluarga, optimistis Zulfiqar tidak salah.

    "Itu barang (narkoba) bukan miliknya. Saya tidak mau mengatakan itu milik siapa. Yang jelas, bukan milik dia," kata Jamil. "Dia tidak bersalah."

    DEWI SUCI RAHAYU



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.