Eksekusi Mati, 14 Peti Jenazah Dibawa ke Nusakambangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga terpidana mati menaiki perahu menuju Pulau Nusakambangan, di Dermaga Penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 26 Juli 2016. Kejaksaan belum mengumumkan kapan pelaksanaan eksekusi mati jilid III. ANTARA/Idhad Zakaria

    Keluarga terpidana mati menaiki perahu menuju Pulau Nusakambangan, di Dermaga Penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 26 Juli 2016. Kejaksaan belum mengumumkan kapan pelaksanaan eksekusi mati jilid III. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Cilacap - Sebanyak 14 peti jenazah tiba di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis pagi, 28 Juli 2016. Peti-peti itu dibawa dua rombongan mobil ambulan.

    Total mobil jenazah yang datang ke Nusakambangan sebanyak 17 unit, tapi hanya 14 yang membawa peti jenazah. Rombongan pertama yang terdiri atas delapan mobil ambulans tiba di Dermaga Wijaya Pura, Cilacap, sekitar pukul 06.00. Sedangkan rombongan kedua datang tiga puluh menit kemudian. Selanjutnya, semua kendaraan itu diangkut menggunakan feri menuju Nusakambangan.

    Diduga, peti dan mobil jenazah itu disiapkan untuk 14 narapidana yang rencananya akan dieksekusi mati di Nusakambangan. Para narapidana itu sudah dimasukkan ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan Batu sejak Senin lalu.

    Baca: Kejaksaan Akan Lakukan Eksekusi Mati, Ini Tanda-tandanya

    Sebelumnya Jaksa Agung M. Prasetyo telah memastikan jumlah terpidana mati yang akan dieksekusi pada jilid III sebanyak 14 orang. Para terpidana mati itu tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari sejumlah negara, di antaranya Nigeria, Zimbabwe, Pakistan, India, dan Cina.

    Prasetyo juga memastikan pelaksanaan eksekusi paling lambat dilakukan akhir pekan ini. Namun dia belum bisa memberi tahu kepastian harinya. Saat ini dia masih menunggu laporan persiapan final. Menurut dia, persiapannya sudah hampir selesai.

    Baca: Jaksa Agung: Regu Tembak Sudah Siap di Posisi

    Tanda-tanda eksekusi bakal segera dilakukan sudah mulai terlihat. Kejaksaan sudah bekerja sama dengan tim keamanan. Keluarga terpidana mati sudah dihubungi. Regu tembak juga sudah dipersiapkan. Kementerian Luar Negeri pun sudah memberikan notifikasi kepada kedutaan besar negara asal terpidana mati sejak beberapa hari lalu.

    Baca: Eksekusi Mati, 14 Terpidana Dikabarkan Masuk Ruang Isolasi

    Para petugas sibuk menertibkan area Dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Jawa Tengah. Bagi kendaraan yang tidak berkepentingan dilarang berada di area dermaga itu. Sejak Selasa lalu, nelayan mulai dilarang melaut di sekitar Nusakambangan. "Sudah tidak boleh ada aktivitas nelayan di sekitar LP Nusakambangan," ujar Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Bintoro Wasono.

    Baca: Terpidana Mati Sudah Dikumpulkan di Nusakambangan

    Menurut Bintoro, 1.460 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan dalam operasi pengamanan eksekusi mati jilid III ini. Beberapa personel pun sudah melakukan barikade di depan akses pintu masuk menuju Dermaga Wijaya Pura. Polisi melakukan barikade dengan menggunakan water barrier yang tersusun di dua sisi bagian depan pintu masuk dermaga tersebut.

    ANTARA | ISTMAN M.P. | MITRA TARIGAN | DEWI SUCI RAHAYU



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.