Bekas Bupati Kukar Syaukani Tutup Usia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syaukani HR  diturunkan dari mobil di Bandara Temindung Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (18/11),  bersiap diterbangkan ke Singapura untuk berobat di Rumah Sakit Mount Elizabeth. FOTO ANTARA/Amirullah

    Syaukani HR diturunkan dari mobil di Bandara Temindung Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (18/11), bersiap diterbangkan ke Singapura untuk berobat di Rumah Sakit Mount Elizabeth. FOTO ANTARA/Amirullah

    TEMPO.CO, Samarinda - Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani Hasan Rais menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 27 Juli 2016 di RSUD AW Syahranie, Samarinda, Kalimantan Timur sekira pukul 16.26 WITA. Politikus Partai Golkar  ini tak mampu melawan penyakit komplikasi yang menggerogoti tubuhnya.

    Syaukani sempat kritis selama empat hari. Kondisi kesehatan Syaukani memang menurun akibat sejumlah penyakit, di antaranya jantung. Syaukani sempat mengalami mati klinis, tidak bernafas selama 30 menit. Tim dokter bisa menyelamatkannya dengan memakai alat bantu pernafasan.

    Putrinya, Rita Widyasari, yang juga Bupati Kutai Kertanegara, selalu menemani selama menjalani perawatan di ICU Paviliun lantai II RSUD AW Syahranie. "Bapak kritis jadi tak bisa ditinggalkan. Kata dokter bapak kurang baik respon terhadap alat pernapasan. Sepertinya alat pernapasannya tak berfungsi," kata puteri dari Dayang Kartini ini.  "Bapak sempat juga mendapat perawatan dengan pompa pernafasan manual."

    Semasa hidup, Syaukani HR dikenal sebagai tokoh di Kalimantan Timur. Selain Bupati Kutai Kartanegara selama dua periode, Syaukani pernah menjabat Ketua Partai Golkar Kalimantan Timur. Nama Syaukani Hasan Rais sempat malang melintang di dunia politik nasional. Ia tercatat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia pertama. Ia juga masuk dalam tim pencetus lahirnya Otonomi Daerah.

    Di saat karir politiknya menanjak, Syaukani terpeleset kasus korupsi hingga masuk bui enam tahun. Sejak saat itu, nama Syaukani HR meredup. Selama menjalani hukuman, Syaukani mengalami sakit. Karena kondisinya tak memungkinkan menjalani hukuman, Presiden Susilo bambang Yudhoyono memberikan grasi pada masa hukumannya. Syaukani pun menjalani perawatan di rumah.

    Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, kondisi Syaukani terus menurun menjelang sore. Berbagai alat bantu yang menempel di tubuhnya sempat diganti dengan peralatan manual. Selama satu setengah jam, tim dokter menjaga kondisi Syaukani, sebelum akhirnya putra asli Kutai Kartanegara itu meninggal dunia.

    Jasad Syaukani langsung dibawa pulang ke rumah duka. Sesuai rencana, Syaukani HR akan dimakamkan Kamis, 28 Juli 2016 sekira pukul 10.00 Wita di pemakaman Kelambu Kuning, Tenggarong.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.