Risma Bicara Soal Permukiman Murah dan Ramah di UN Habitat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim semua agenda yang dicanangkan dalam Konferensi Perkotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Preparatory Committee (Prepcom) III United Nation (UN) Habitat di Surabaya sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

    Menurut Risma, dia sudah melaksanaan agenda perkotaan PBB sejak sebelum UN Habitat menyodorkan rancangan konsep. “Tapi kita tidak boleh sombong. Sekarang mereka lihat sendiri bagaimana Kota Surabaya,” ujar Risma saat berkeliling menyapa para tamu Prepcom III UN Habitat di lantai III Hall Exhibition Grand City Surabaya, Rabu 27 Juli 2016.

    Baca juga:
    Neneng, Bocah Down Syndrome yang Melukis Sekjen UN Habitat
    UN Habitat, Iran Ingin Belajar Pembiayaan Perumahan Indonesia

    Salah satu agenda yang telah dilaksanakan, kata Risma, ialah tentang permukiman murah dan ramah penduduk. Risma mengatakan kepada wali kota dari berbagai negara bahwa pembangunan rumah tidak harus mahal.

    Risma mencontohkan di Surabaya dengan harga US$ 3 sudah bisa mendapatkan rumah susun.  Menurut dia, pembangunan semacam itu bisa terwujud jika kerja sama antar-masyarakat berjalan baik.

    Selain itu, tutur Risma, hubungan antara swasta, elemen masyarakat dan media massa juga terjalin dengan baik. Risma mengaku senang UN Habitat III di Surabaya  tidak hanya membahas infrastruktur saja, tapi juga secara keseluruhan, termasuk sumber daya manusianya.

    Baca juga:
    Aneka Jurus Risma Atasi Urbanisasi di Prepcom UN Habitat
    PBB Nilai Surabaya Sukses Jadi Tuan Rumah Prepcom 3 Habitat

    Menurut dia, penekanan pada sumber daya manusia sangatlah penting. “Saya sangat senang karena kegiatan ini juga membahas yang menyangkut manusianya,” tuturnya.

    Risma berupaya terus memperbaiki kondisi Surabaya, termasuk mengubah kampung-kampung kumuh menjadi lebih sehat. Dia menyadari bahwa pembangunan harus dilaksanakan secara bertahap. “Kita harus meng-upgrade kampung agar tidak kumuh."

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.