Maju Via Parpol, tapi Ahok Emoh Masuk Partai Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersalaman dengan wartawan arah.com, Helmi Shemi, yang pernah diusir dari Balai Kota beberapa waktu lalu dalam momen halal bi halal, Senin, 11 Juli 2016. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersalaman dengan wartawan arah.com, Helmi Shemi, yang pernah diusir dari Balai Kota beberapa waktu lalu dalam momen halal bi halal, Senin, 11 Juli 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan tak mau menjadi kader partai mana pun jika dia diusung melalui jalur partai politik untuk maju dalam pilkada DKI Jakarta.

    "Yang jelas saya enggak mungkin masuk anggota partai. Aku ini udah milik banyak partai nih," kata Ahok di Balai Kota, Rabu, 27 Juli 2016.

    Ahok dikabarkan akan memilih jalur partai untuk maju di pilkada DKI. Saat ini, ada tiga partai yang mendukung Ahok, yakni NasDem, Hanura, dan Golkar. Ahok juga disebut akan diusung PDI Perjuangan dengan menggandeng Djarot Saiful Hidayat untuk kembali menjadi wakilnya.

    BacaAhok Maju Lewat Partai, Teman Ahok: Kami Tak Mengekang

    Sebelumnya, Ahok sudah menunjuk Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjadi calon wakilnya jika maju melalui jalur perseorangan. Nama Heru disandingkan dengan Ahok untuk menggalang dukungan dalam mengumpulkan satu juta kartu tanda penduduk. "Kalau Pak Heru maju, dia harus berhenti jadi PNS. Bisa saja dia pilih salah satu partai kan? Kalau berhenti jadi PNS, dia bisa jadi anggota partai. Tapi saya enggak tahu," kata Ahok.

    Hingga saat ini, Ahok belum memastikan apakah dia akan menggandeng Heru. "Kalau dia mau nyalon harus berenti lho. Dia juga masih muda kan. Saya enggak tahu pikirannya seperti apa, dia lebih suka karier di PNS atau apa, saya enggak tahu," katanya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.