Ini Keunggulan Tiap Menteri Baru Menurut Istana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri usai mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jakarta, 27 Juli 2016. Joko Widodo mengumumkan 13 nama perombakan di kabinet Kerja sisa masa jabatan periode 2014-2019. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri usai mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jakarta, 27 Juli 2016. Joko Widodo mengumumkan 13 nama perombakan di kabinet Kerja sisa masa jabatan periode 2014-2019. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan tiap menteri baru di Kabinet Kerja memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan itu dibutuhkan untuk mendukung agenda pemerintahan ke depan. Berikut keunggulan para menteri baru menurut Istana Kepresidenan:

    1. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
    Sri Mulyani, yang kembali menjadi Menteri Keuangan, disebut Pratikno memiliki keunggulan dalam hal jaringan dan pengalaman."Kehadirannya sudah ditunggu-tunggu. Ia punya jaringan luas, dipercaya di tingkat nasional mau pun internasional," ujar Pratikno.

    Pratikno mengatakan, untuk membawa Sri Mulyani kembali ke Indonesia, Presiden Joko Widodo sampai harus berkomunikasi dengan petinggi-petinggi World Bank, tempat Sri Mulyani bekerja beberapa tahun terakhir sebagai Managing Director. Untungnya, meski dengan berat hati, Sri diizinkan kembali.

    "Keahliannya akan membantu memperkuat ekonomi Indonesia, mengentaskan kemiskinan, menangani ketimpangan ekonomi, dan sebagainya," ujar Pratikno.
    ***

    2. Archandra Tahar (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral)
    Chandra, menururt Pratikno, dipilih karena memiliki pengalaman panjang di bidang energi. Riwayat pendidikannya pun, kata Pratikno, sarat dengan bidang energi dan sumber daya mineral. Mulai dari sarjana di bidang teknik mesin hingga gelar master dan doktoral ocean engineering.

    "Ia juga lama kerja di Amerika Serikat, menangani korporasi besar, dan memegang beberapa paten penting. Ia professional di bidangnya," ujar Pratikno. Sebagai catatan, Chandra adalah salah satu pengusul on shore Blok Masela.
    ***

    3. Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan)
    Pratikno mengatakan bahwa Budi Karya bukan orang asing lagi bagi pemerintah sebab sudah beberapa kali bekerja di korporasi baik BUMD maupun BUMN. Terakhir, kata Pratikno, Budi bekerja sebagai Direktur Utama Angkasa Pura di mana berpengaruh untuk menentukannya sebagai Menteri Perhubungan yang baru. "Terlalu panjang curiculum vitae-nya untuk dijabarkan," ujar Pratikno.
    ***



    4. Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
    Pratikno menjelaskan, Muhadjir dipilih karena punya kontribusi panjang di bidang pendidikan. Selain pernah menjadi rektor di Universitas Muhammdiyah Malang, ia juga aktif sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Litbang PP Muhammadiyah. "Beliau sangat berpengalaman, ikut membangun fondasi penting untuk pengembangan pendidikan di daerahnya," ujar Pratikno.
    ***


    5. Eko Putro Sanjoyo (Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi)
    Tidak banyak hal yang disampaikan terkait dengan Eko oleh Pratikno. Ia hanya mengatakan bahwa Eko adalah seorang profesional dengan pengalaman panjang di berbagai bidang mulai dari pedesaan, pertanian, dan peternakan. Hal itu, kata dia, penting untuk pengembangan daerah tertinggal agar tak lagi terjadi ketimpangan ekonomi. "Ia juga teruji sebagai wirausaha. Pengalamannya akan jadi motor penting pembangunan pedesaan," ujar Pratikno.
    ***

    6. Wiranto (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan)
    Wiranto, menurut Istana Kepresidenan, sudah tidak perlu dijabarkan lagi profilnya. Salah satu alasan ia kembali djadikan menteri karena ia pernah menjadi Menkopolhukam di zaman Presiden Abdurrahman Wahid. "Saya yakin sudah pada kenal, teruji, dan berpengalaman dalam transisi orde baru ke reformasi," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
    ***

    7. Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan)
    Pramono Anung menyebut Enggar sebagai alumni Partai Golkar yang kesekian di dalam Kabinet Kerja. Ada pun ia dipilih karena punya pengalaman panjang di bidang perdagangan dan ekonomi yang salah satunya di REI (Real Estate Indonesia). "Karir politiknya juga panjang. Masalah pangan akan jadi perhatiannya mengingat masalah fluktuasi harga pangan belum terselesaikan," ujarnya.
    ***

    8. Asman Abnur (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)
    Keunggulan Asman Abnur, yang menjadi perwakilan PAN di kabinet, tak banyak dijabarkan istana selain hanya disebutkan sebagai mantan Walikota Batam.
    ***

    9.Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian)
    Pramono menyebut Airlangga sebagai politikus yang lama berkecimpung di bidang industri. Contohnya, kata Pram, Airlangga konsisten di Komisi VI DPR selama tiga periode. Salah satunya menangani bidang perindustrian. Selain itu, ia juga menjadi salah satu inisiator UU Perindustrian. Itulah kenapa ia dianggap pas sebagai menteri yang baru.

    "Tugasnya nanti membuat road map pertumbuhan dan perkembangan industri Indonesia ke depannya," ujar Pramono.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.