Dicopot Jokowi, Menteri Yuddy Tinggalkan 'Kenang-Kenangan'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yuddy Chrisnandi memberikan keterangan pers terkait pemberhentian dirinya dari jabatan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kantornya, 27 Juli 2016. Tempo/Destrianita

    Yuddy Chrisnandi memberikan keterangan pers terkait pemberhentian dirinya dari jabatan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kantornya, 27 Juli 2016. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi siang ini mulai berbenah sebelum meninggalkan kantornya yang terletak di Jalan Jenderal Soedirman Kav. 69, Jakarta Pusat. Menurut Kepala Sub Bagian pemberitaan Menpan RB Ajeng Ratih, sejak pukul 10.00, Yuddy telah meminta beberapa stafnya untuk membantunya berbenah, dan mengemasi beberapa barang pribadi yang berada di ruang kerjanya. Buku, foto-foto keluarga, dan lain-lain.

    Di ruangan Menpan RB yang terletak di lantai 1 itu pintu tertutup. Menteri pun belum bersedia menemui wartawan. Beberapa staf mondar-mandir mengusung beberapa barang seperti keyboard komputer, kabel-kabel dan lain-lain. Dua polisi berjaga di luar ruangannya.

    "Sabar ya, tunggu dulu. Bapak mau salat zuhur, sekalian nanti keluar," ujar Ajeng kepada wartawan di Kantor Kementerian Menpan RB, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juli 2016.

    Kata Ajeng, barang-barang milik Yuddy hampir seluruhnya diangkut. Namun menteri yang akan diganti itu sengaja meninggalkan foto-foto 'Tempo Doeloe' miliknya agar tetap terpajang di kantor. "Katanya biar tetap di sini," kata Ajeng.

    Ajeng menambahkan, Yuddy memang senang mengoleksi foto-foto lawas. Beberapa foto yang dipajang di ruangan sebelum memasuki ruangan Menpan RB itu disumbangkan oleh Yuddy Chrisnandi. Di antaranya, foto Gedung "Centrale Burgelijke Ziekenhius" (RSU Ciptomangunkusumo tahun 1926), Gedung Postpaarbank (BTN Gajah Mada tahun 1920). Beberapa lainnya terletak di lorong menuju ruang kerjanya seperti foto "Balaikota Batavia masa VOC 1890", "Gedung Battaviaasch Genootschap" atau Museum Nasional tahun 1932, dan lain-lain. Termasuk beberapa foto para presiden dan wakil presiden.

    "Ini yang bawa Pak Menteri semua. Dipasang beliau sendiri dan nggak akan dibawa. Katanya, biar kami ingat perjuangan mereka," tutur Ajeng.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.