Ditinggal Pacar, Perempuan Ini Buang Bayi di Kebun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    TEMPO.CO, Kupang - Seorang perempuan muda tega membuang bayi yang baru ia lahirkan di kebun sebelah tempat indekosnya. Bayi tersebut diselamatkan warga yang kebetulan sedang melintas. "Kami masih selidiki motif pembuangan bayi ini," kata Kepala Kepolisian Sektor Oebobo Ajun Komisaris I Nyoman B., Rabu, 27 Juli 2016.

    Perempuan yang dicurigai membuang bayi itu bernama  Dewi, 21 tahun. Dia tinggal di sebuah indekos di RT 41 RW 13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kecurigaan itu muncul setelah remaja bernama Jovan Beslau menemukan bayi laki- laki di kebun dekat tempat kos Dewi. "Saat hendak mengisi angin ban sepeda, saya lihat ada bayi di lahan itu," kata Jovan.

    Jovan kemudian melaporkan temuan itu kepada kakaknya yang selanjutnya disampaikan kepada pemilik kos tempat Dewi tinggal. Pemilik kos yang tidak mengetahui kehamilan Dewi sempat bingung, siapa yang membuang bayi itu?

    Setelah diperiksa, ditemukan ceceran darah di depan kamar Dewi. "Kami tidak tahu Dewi sedang hamil," ucap Erna, pemilik kos.

    Menurut Erna, Dewi miliki seorang pacar bernama No yang bekerja sebagai anak buah kapal. Saat ini pacar Dewi itu sedang melaut. "Mereka belum menikah," ujar Erna.

    Dewi mengaku melahirkan sekitar pukul 04.00 Wita di kamarnya tanpa bantuan orang lain. "Tiba- tiba saja bayinya sudah keluar," tuturnya. Karena panik, Dewi membuang bayi tersebut di lahan kosong dekat tempat kosnya.

    Saat ini Dewi dan bayinya dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara, Kupang, untuk mendapat perawatan. Dewi mengalami pendarahan, sedangkan bayinya harus ditempatkan di inkubator karena kedinginan.

    YOHANES SEO
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.