Ini Beberapa Sinyal Jokowi Akan Reshuffle Kabinet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi  didampingi Wapres Jusuf Kalla saat konferensi pers calon tunggal Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 16 Juni 2016. Ketua DPR Ade Komarudin pun langsung menyebut bahwa Komjen Tito adalah satu-satunya nama calon Kapolri yang diajukan Jokowi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla saat konferensi pers calon tunggal Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 16 Juni 2016. Ketua DPR Ade Komarudin pun langsung menyebut bahwa Komjen Tito adalah satu-satunya nama calon Kapolri yang diajukan Jokowi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menggelar sidang paripurna kabinet hari ini, 27 Juli 2016. Menteri Sekretaris Negara tak menyebut secara rinci agenda sidang tersebut. "Macam-macam (pembahasannya)," ujar Pratikno, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016.

    Juru bicara kepresidenan Johan Budi mengatakan dalam sidang paripurna kabinet, Presiden Joko Widodo akan memberikan pengarahan. Namun, ia juga enggan menyebutkan lebih rinci tema apa saja yang akan dibahas dalam sidang. "Apakah sidang paripurna berkaitan dengan evaluasi, saya kira isinya pengarahan presiden," ujarnya.

    Meski Pratikno dan Johan tidak menyebutkan bahwa reshuffle Kabinet Kerja masuk dalam agenda pembahasan dalam sidang tersebut, tetapi sejumlah partai politik mensinyalir Presiden Jokowi bakal melakukan reshuffle dalam waktu dekat. Sejak dua pekan lalu, sinyal akan adanya perombakan kabinet sudah terlihat.

    Beberapa menteri dipanggil Jokowi sejak dua pekan lalu. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Fery Mursyidan Baldan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pertanian Sulaiman, dan Menteri Perekonomian Darmin Nasution, menemui Jokowi pada hari bersamaan, 13 Juli 2016.

    Selang sehari kemudian, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi yang menghadap Jokowi.

    Saat dicegat wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Yuddy mengibaratkan reshuffle seperti sopir bajaj karena kalau sedang jalan yang tahu kapan akan belok hanya sang sopir dan Tuhan saja. "Yang tahu kapan reshuffle hanya Presiden dan Tuhan," ujarnya, 14 Juli 2016.

    Isu reshuffle semakin kencang setelah Jumat, 22 Juli 2016, Jokowi memanggil lima menteri, yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

    Jokowi bakal segera melakukan perombakan kabinetnya dalam waktu dekat semakin kuat sinyalnya setelah adanya larangan para menteri dinas ke luar Jakarta mulai 25-29 Juli 2016.

    Namun, Mensesneg Pratikno membantah bahwa larangan itu terkait isu reshuffle. "Kami kan memang akan ada sidang kabinet paripurna. Seperti biasa, Pak Presiden mengharapkan semua menteri hadir (tidak boleh pergi)," ujarnya, Senin, 25 Juli 2016.

    Walaupun Pratikno mengatakan larangan menteri ke luar Jakarta tidak ada hubungannya dengan isu reshuffle, tetapi sejumlah partai politik menangkap larangan itu sebagai sinyal reshuffle kabinet. Apalagi sudah didahului dengan pemanggilan sejumlah menteri.

    "Setelah dievaluasi, tidak tertutup kemungkinan di-reshuffle," ujar Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani di DPR, Senin, 25 Juli 2016.

    Tanda-tanda Jokowi bakal segera melakukan reshuffle bertambah kuat setelah dia memanggil dadakan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk rapat di Istana Kepresidenan, Selasa kemarin. Bahkan, karena panggilan dadakan itu, Kalla memajukan jadwal kepulangannya ke Jakarta 30 menit lebih awal dari yang seharusnya pukul 15.30 Wita.

    Pada hari yang sama, Selasa malam, beberapa menteri juga merapat ke Istana Kepresidenan. Mereka di antaranya, Menteri Perindustrian Saleh Husein, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

    ADITYA BUDIMAN | AMIRULLAH | ISTMAN MP | AHMAD FAIZ | RINA W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.