Pemerintah Mendorong Peningkatan Investasi Di Luar Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, 20 April 2015. Alex Noerdin dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna SEA Games Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan 2010-2011 untuk tersangka Rizal Abdullah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, 20 April 2015. Alex Noerdin dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna SEA Games Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan 2010-2011 untuk tersangka Rizal Abdullah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Palembang - Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal, Azhar Lubis mengatakan pemerintah pusat terus mendorong perluasan investasi di luar Pulau Jawa terutama di Sumatera.  Hal itu untuk meningkatkan pemerataan pembangunan serta meningkatkan nilai tambah sebuah produk.

    Dengan melihat potensi yang ada di Sumatera, kata Azhar, BKPM berharap tahun ini, kawasan tersebut mampu menyumbang Rp 89,22 triliun atau 15 persen terhadap kebutuhan investasi nasional.
    "Kalau sekarang ini investasi 55 persen masih di Jawa," kata Azhar, Selasa, 26 Juli 2016.

    Ditemui seusai membuka Regional Investment Forum 2016 di Palembang, Sumatera Selatan, Azhar  menjelaskan 45 persen sisa investasi menyebar di Sumatera Selatan, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. "Sejatinya nilai investasi terbesar berada di luar jawa karena di kawasan tersebut memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang banyak," ucapnya.

    Yang menjadi kendala adalah infrastrutur di luar Jawa masih memprihatinkan. Padahal, menurut Azhar, infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan listrik merupakan syarat mutlak dan sering menjadi pertanyaan utama para calon investor ketika disodorkan kawasan non Jawa.

    Azhar  optimistis, Sumatera Selatan  dan Sumatera umumnya bakal menjadi daya tarik baru dalam beberapa tahun kedepan setelah tersambungnya tol trans Sumatera.

     Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menjelaskan daerahnya merupakan tujuan utama investasi di kawasan Sumatera. Hal itu ditunjukkan dengan mulai bergeraknya pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api di Banyuasin. Hari ini juga sudah disepakati pembangunan dan pengelolaan KEK Tanjung Api-api antara dewan kawasan ekonomi khusus dengan Hutama Karya. "Kami sudah bangun LRT, jembatan Musi untuk menyambut investor asing dan domestik," katanya.

    Nantinya di KEK  tersebut pemerintah membangun kilang minyak serta pelabuhan terpadu. Sementara swasta akan membangun sejumlah pabrik dan pergudangan di kawasan yang bersinggungan langsung dengan Singapura dan Pulau Jawa. Diluar kawasan KEK Tanjung Api-api, Alex juga menawarkan pengembangan kawasan Jakabaring Sport City untuk menunjang keberlangsungan Asian Games dan Moto GP 2018. "Nantinya Moto GP dan kompetisi dunia otomotif akan berlangsung setiap tiga bulan."

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.