60 Anak Imunisasi Ulang di Rumah Sakit Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan orang tua korban vaksi palsu bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menggelar aksi damai, di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, 20 Juli 2016. Dalam aksi damai ini mereka mendesak pihak RS. Harapan Bunda bertanggung jawab atas penyebaran, pembiaran dan pemberian vaksin palsu terhadap anak-anak yang menjadi korban dan menuntut segera melakukan vaksinasi ulang. TEMPO/Imam Sukamto

    Puluhan orang tua korban vaksi palsu bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menggelar aksi damai, di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, 20 Juli 2016. Dalam aksi damai ini mereka mendesak pihak RS. Harapan Bunda bertanggung jawab atas penyebaran, pembiaran dan pemberian vaksin palsu terhadap anak-anak yang menjadi korban dan menuntut segera melakukan vaksinasi ulang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Ajun Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan 75 anak dan orang tuanya mengunjungi Rumah Sakit Polri di Jakarta Timur sepanjang sepekan terakhir, 20-26 Juli 2016. Posko pemeriksaan kesehatan dan imunisasi ulang di rumah sakit itu dibuka sejak Rabu, 20 Juli.

    Dari 75 anak tersebut, 60 anak di antaranya diimunisasi ulang di Rumah Sakit Polri. Sedangkan 15 lainnya hanya berkonsultasi. "Yang meminta vaksin ulang adalah pasien dari Rumah Sakit Harapan Bunda (Jakarta Timur)," kata Martin kepada wartawan melalui pesan pendek, Selasa, 26 Juli.

    Satuan Tugas Penanganan Vaksin Palsu sebelumnya telah menentukan posko-posko pengaduan vaksin palsu, pemeriksaan kesehatan, dan imunisasi ulang bagi korban vaksin palsu di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Imunisasi ulang di posko wilayah Jakarta secara serentak dimulai sejak Rabu, 20 Juli 2016.

    Ketua Satuan Tugas Penanganan Vaksin Palsu, Maura Linda Sitanggang, mengatakan pemberian vaksin ulang ini diberikan pemerintah secara gratis. Pemerintah pun sangat berhati-hati dalam memberikan vaksin ulang. Sebelum divaksin, nama-nama anak yang terpapar vaksin palsu diverifikasi.

    Selain itu, anak-anak pun harus diperiksa kesehatannya. "Anak-anak diberikan vaksin ulang berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan," kata Linda seusai diskusi dengan Divisi Humas Polri di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Juli 2016. Dia menekankan bahwa jadwal imunisasi ulang dibuat berdasarkan usia anak.

    Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan, mengatakan lembaganya juga telah membuat rekomendasi jadwal imunisasi ulang wajib yang diserahkan kepada satgas pekan lalu. Jadwal itu terbagi menjadi tiga kelompok, yakni untuk kelompok umur di bawah 1 tahun, di antara 1-7 tahun dan 7-18 tahun.

    Berikut adalah jadwal imunisasi ulang wajib yang dianjurkan IDAI:
    - kelompok umur di bawah 1 tahun divaksin tiga kali. Setiap imunisasi berselang 1 bulan.
    - kelompok umur 1-7 tahun divaksin tiga kali. Setelah vaksin ulang pertama, jadwal berikutnya adalah 2 bulan kemudian, vaksin berikutnya setelah 6 bulan.
    - kelompok umur 7-18 tahun divaksin empat kali. Setelah vaksin pertama, vaksin berikutnya setelah dua bulan, vaksin ketiga setelah 6 bulan. 1 tahun kemudian memasuki usia dewasa, anak dikuatkan lagi dengan satu kali vaksin.

    REZKI ALVIONITASARI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.