Reshuffle, Nurdin Halid Bantah Golkar Dapat Menteri Pertanian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid, memimpin Rapat Pleno Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 6 Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid, memimpin Rapat Pleno Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 6 Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nurdin Halid menampik isu partainya bakal mendapat jatah satu kursi menteri oleh Presiden Joko Widodo. Kabarnya, Golkar mendapat kursi Menteri Pertanian dan akan diisi oleh kader seniornya, Siswono Yudo Husodo.

    "Tidak benar info tersebut, karena sampai sekarang belum ada kabar tentang hal itu," kata Nurdin lewat pesan pendek pada Tempo, Selasa, 26 Juli 2016.

    Menurut Nurdin, dia bahkan belum mengetahui apakah pihak Istana meminta partainya menyodorkan nama untuk mengisi jabatan menteri di Kabinet Kerja. "Saya belum tahu, karena itu hak Ketua Umum," ucapnya.

    Nurdin menegaskan partainya tetap mendukung pemerintah Jokowi-JK sampai pemilihan presiden 2019 meski tidak diberi jatah menteri. "Golkar mendukung pemerintah tanpa syarat. Jadi, ada atau tidaknya menteri, Golkar tidak berpengaruh pada dukungan terhadap Pak Jokowi," katanya.

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan belum ada pembicaraan soal kursi menteri antara partainya dan Presiden. Istana, kata dia, juga tidak pernah meminta nama kader Golkar untuk menjadi menteri. "Tidak pernah bicara (jatah) dua, tiga, empat menteri," katanya di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.