Maju Lewat Jalur Parpol, Ahok Berpeluang Besar Didukung PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat tiba untuk memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap pembahasan Raperda tentang reklamasi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 25 Juli 2016. Setibanya di Tipikor, Ahok enggan memberikan komentar saat ditanya para wartawan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat tiba untuk memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap pembahasan Raperda tentang reklamasi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 25 Juli 2016. Setibanya di Tipikor, Ahok enggan memberikan komentar saat ditanya para wartawan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan peluang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan makin besar apabila maju melalui jalur partai politik. Menurut dia, selama ini antara Ahok dan PDIP hanya berbeda pandangan.

    “Muara perbedaannya hanya satu kan, PDIP tak menerima calon independen,” kata Yunarto kepada Tempo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 26 Juli 2016.

    Jika akhirnya Ahok maju lewat partai politik, ujar Yunarto, perbedaan itu bisa dikesampingkan. Ia menambahkan, Ahok juga bisa maju bersanding dengan Wakil Gubernur DKI saat ini, Djarot Saiful Hidayat, jika mendapat dukungan PDIP. “Dari awal (Ahok) memang ingin gandeng Djarot, karena beda sikap tadi, gandeng Heru.”

    Yunarto mengungkapkan sulit membayangkan jika seseorang yang berasal dari kelompok minoritas seperti Ahok malah bertarung dengan PDIP yang selama ini menjadi tempat bagi minoritas. “Ini akan merugikan kedua belah pihak,” ucapnya.

    Ahok akan menggelar acara halalbihalal bersama Teman Ahok dan barisan pendukungnya, seperti Partai Golkar, NasDem, dan Hanura, Rabu, 27 Juli 2016. Pada pertemuan itu, Ahok akan mengumumkan langkah politiknya.

    Pemilihan tanggal 27 Juli, menurut Yuniarto, akan membuat orang berspekulasi meskipun pemilihannya dilakukan secara kebetulan. Sebab, tanggal itu bertepatan dengan peringatan tragedi yang pernah dialami PDIP pada 1996. Ketika itu, kantor PDIP diserbu sejumlah orang.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?