Puluhan Mahasiswa Asing Kunjungi Situs Budaya di Jawa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peninggalan bersejarah di Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, (13/4). TEMPO/Subekti

    Peninggalan bersejarah di Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, (13/4). TEMPO/Subekti

    TEMPO.COMojokerto - Sekitar 40 mahasiswa dan pengajar dari Asia, Eropa, serta Amerika mengikuti liburan musim panas yang diisi wisata pendidikan ke sejumlah situs cagar budaya di Jawa Timur pada 26-28 Juli 2016. “Summer Program ini yang kedua kalinya," kata Kepala Ubaya Penanggungan Center Kusworo Rahadyan, Selasa, 26 Juli 2016.

    Tema Summer Program kali ini adalah sejarah seni Jawa kuno. Mereka akan dibekali materi, setelah itu berdiskusi dan melakukan observasi di lapangan. Mereka mengunjungi sejumlah candi dan museum di Mojokerto, Kediri, dan Blitar. Hari ini, Selasa, 26 Juli 2016, mereka mengunjungi sejumlah candi dan Museum Majapahit di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, Mojokerto. Kegiatan ini dipusatkan di Ubaya Penanggungan Center, unit lembaga baru di Kampus 3 Ubaya Training Center di kaki Gunung Penanggungan, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari wisata pendidikan bertajuk Summer Program in Southeast Asian Art History & Conservation (Focus: Premodern Java), sejak 23 Juli hingga 2 Agustus 2016. Penyelenggaranya, Universitas Surabaya bersama The Nalanda-Sriwijaya Centre at the ISEAS-Yusof Ishak Institute (Singapura) dan The School of Oriental and African Studies University of London (Inggris). 

    Menurut Kusworo, kegiatan itu dilakukan untuk mengisi liburan musim panas kampus-kampus luar negeri. “Mereka sebenarnya berwisata, tapi diisi dengan wisata pendidikan.” 

    Salah satu narasumber workshop yang juga arkeolog, Ismail Lutfi, mengatakan, dengan melibatkan para mahasiswa dan pengajar asing, diharapkan bisa saling tukar pikiran dan memberi masukan. “Kami berusaha mendapatkan masukan dari teman-teman dari belahan dunia agar ke depan bermanfaat bagi banyak pihak," ujar staf pengajar sejarah kuno dan arkeologi Universitas Malang itu. Mereka berharap mendapatkan pengetahuan lebih banyak.

    Salah seorang mahasiswa asing, Sophia, mengatakan wisata pendidikan itu sangat menarik baginya. Banyak situs atau struktur yang perlu diteliti yang bisa dipelajari mahasiswa S-3 Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat, itu. “Baik yang ada kaitannya dengan agama maupun makhluk hidup zaman klasik di Jawa Timur.” 

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.