Begini Cara Mengecek Kartu BPJS Palsu atau Asli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Irfan Humaidi, mengatakan ada cara yang mudah untuk memastikan apakah kartu BPJS yang dimiliki masyarakat asli atau palsu. "Caranya, mengecek ke call center 24 jam BPJS 1500400 atau melihat di website resmi BPJS Kesehatan, www.bpjs-kesehatan.go.id," ucapnya di kantornya, Selasa, 26 Juli 2016.

    Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengecek melalui aplikasi kepesertaan BPJS yang bisa diunduh di Play Store untuk pengguna Android. "Pengujian keaslian kepesertaan itu hanya bisa dilihat dengan me-recheck melalui sistem kami, tidak bisa dilihat secara kasat mata saja," ujarnya.

    Sebelumnya, kartu BPJS palsu beredar dan menghebohkan masyarakat Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Menurut Irfan, palsu tidaknya kartu BPJS yang dimiliki peserta tidak bisa dilihat dari ukuran kartu itu. Sebab, setiap orang boleh mencetak kartu BPJS dalam ukuran kertas kecil atau besar. "Bahkan, ketika berobat, saya bisa gunakan bukti kartu kepesertaan saya yang ada di dalam ponsel."

    Ia menyamakan pengecekan keaslian kartu BPJS itu seperti seseorang memesan tiket perjalanan untuk pesawat. Masyarakat tentunya bisa mencetak bukti pemesanan pada kertas dengan berbagai ukuran atau hanya cukup memperlihatkan data yang sudah diunduh melalui telepon seluler. Keaslian kartu BPJS tidak bisa diukur seperti melihat keaslian uang. "Karena secara fisik kartu belum tentu palsu," katanya. 

    Irfan mengimbau masyarakat mendaftar melalui jalur resmi BPJS. Masyarakat bisa mendaftar secara online, dengan langsung ke kantor cabang BPJS, atau melalui bank-bank yang sudah bekerja sama dengan BPJS. "Sebaiknya menghindari pendaftaran melalui calo."

    Sampai saat ini, ada sekitar 92,4 juta anggota penerima bantuan iuran. Iuran masyarakat kelompok ini sudah dibayar pemerintah. Pemerintah daerah pun membantu masyarakat dalam hal kepesertaan BPJS. "Sebanyak 13-14 juta jiwa yang kepesertaannya dibantu pemerintah daerah."

    MITRA TARIGAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.